13 Juni 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

gempa bangkalan

gempa bangkalan

Gempa magnitudo 6,3 Menguncang bangkalan,Getaran terasa hingga Yogyakarta dan Bali.

Pada dini hari (6/2/2020) pukul 01.12 WIB gempa magnutido 6,3 menguncang bangkalan, Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi ,Kliomatolog ,dan Geofisika (BMKG) Menginformasikan , pusat gempa berada pada 6,43 Lintang Selatan (LS) ,dan 113,05 Bujur Timur (BT) atau 69 km timur laut Bangkalan,jawa timur. kedalaman gempa 636 km.

BMKG menyebutkan, gempa di rasakan di sejumlah wilayah. seperti Bangkalan, Trenggalek, Pacitan, yogyakarta, Kebumen, Cilacap, Pangandaran, Kuta dan Kuta selatan.

Sementara itu, Agus Wibowo , Kapusdatinkom Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) mengatakan, gempa tidak dirasakan di kabupaten Sampang, BPBD Sampang pun masih menunggu informasi dari Kecamatan dan Kelurahan terkait gempa yang di rasakan atau tidak.

menurut rahmat triyono atau kepala pusat gempabumi dan tsunami BMKG, dengan menperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter nya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam.

menurut triyono, gempa di laut jawa ini akibat ada nya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia.

“hasil analisis mekanisme sumber menunjuk kan bahwa gempa bumi ini memeliki mekanisme pergerakan normal fault” ujar dia.

Baca Juga :  Hati Menyentuh Cerita JiPi, SD Boy di Solo Tidak Malu Sale Rojak untuk Membantu Keluarga

Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai dampak kerusakan maupun korban dari gempa tersebut, hasil BMKG gempa tidak berpotensi tsunami.

terdapat 1 gempa susulan atau aftershock yang dideteksi monitor oleh BMKG sampai pada pukul 04.00 WIB, dilaporkan bahwa gempa susulan berkekuatan sebesar magnutido 4,2.

BMKG menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan jangan sampai terpengaruh oleh isu yang tidak di pertanggung jawab kan kebenaran nya.

untuk menghindari dari kerusakan bangunan, masyarakat di harapkan untuk memeriksa adakah keretakan di bangunan yang ditinggali.