27 Oktober 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

pokerV99

YLKI Minta Jokowi Tetapkan Corona COVID-19 sebagai Kejadian Luar Biasa Nasional

CNNdaily-Jakarta, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengapresiasi  pernyataan tindakan Pemkot Solo yang  menempatkan status kotanya menjadi kejadian luar biasa (KLB) terhadap virus corona atau Covid-19, KLB corona di kota Solo yang diprakarsai oleh pemerintah daerah setempat.  

Penetapan kondisi ini dilakukan setelah kematian pasien positif virus corona di rumah sakit Dr Moewardi diisasi, Solo.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo segera memutuskan untuk meliburkan berbagai kegiatan, termasuk meniadakan kegiatan dari sekolah muai dari SD, SMP dan madrasah.

Menanggapi tindakan tersebut, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengapresiasi pernyataan KLB corona di kota Solo yang diprakarsai oleh pemerintah daerah setempat.

“Langkah ini sangat penting untuk menunjukkan keseriusan semua pihak dalam memerangi corona. Termasuk oleh masyarakat. Untuk melawan virus corona tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah, tapi juga peran masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3/2020).

Ketua pengurus harian YLKI ini juga menilai, langkah serupa semustinya juga segera dilakukan oleh pimpinan daerah lain. Khususnya untuk daerah-daerah yang sudah positif corona, semisal DKI Jakarta.

Baca Juga :  Mendagri Tito Tegur Pasha Soal Gaya Pirang: Pejabat Harus Jadi Contoh

Dia juga menyarankan agar mantan walikota Solo, yang kini telah menjadi nomor satu RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk melaksanakan status KLB nasional.

“Dan sebaiknya, di level nasional Presiden Jokowi juga segera menyatakan serupa. Jangan pertaruhkan keamanan dan keselamatan warganya,” imbuhnya.

“Apalagi WHO telah meminta hal serupa kepada Presiden Jokowi. Dan terbukti jumlah pasien yang terinveksi virus corona (di Indonesia) seperti deret hitung (semakin banyak),” tandasnya.

Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati manambahkan anggaran Rp 1 triliun kepada Departemen Kesehatan untuk menangani penyebaran virus Corona. Dana tersebut akan digunakan oleh kementerian untuk mempersiapkan sejumlah kebutuhan, termasuk penyediaan infrastruktur.

“Kebutuhan pendanaan termasuk logistik alat pelindung diri di RS, bandara, pelabuhan, penanganan pasien, serta pengadaan sarana dan prasarana RS rujukan akan mencapai Rp 1 triliun untuk Kemenkes. Langkah-langkah bisa dilakukan tanpa terkendala anggaran,” ujar Sri Mulyani di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020)    

Sri Mulyani mengatakan bahwa sejauh ini, langkah-langkah penanganan penyebaran Covid-19 terus dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan. Hal ini juga akan mengkoordinasikan perangkat keselamatan yang memadai dan obat-obatan di 132 rumah sakit rujukan.

Baca Juga :  Tanggapan Pemkot Surabaya Terkait Kasus Covid-19 di Sampoerna Rungkut

“Tuntutan anggaran untuk situasi ini, kami berkoordinasi terutama Kementerian Kesehatan. Langkah-langkah di sektor kesehatan, termasuk 132 RS rujukan menyampaikan dan melakukan edukasi materi kesiapsiagaan untuk menghadapi covid mulai dari risiko. Sekarang ini dibantu public Health sebagai pusat pengendalian 24 jam,” papar Sri Mulyani

Departemen Keuangan juga membuka ruang untuk meningkatkan anggaran jika diperlukan untuk memastikan desinfeksi di sejumlah trasnportasi umum. Oleh karena itu, angkutan umum telah dikonfirmasi sebagai salah satu tempat yang rentan terhadap penyebaran virus.

“Kebutuhan anggaran tracking ke orang-orang yang kontak langsung, koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah di dalam penanganan, pengadaan disinfektan untuk sarana dan prasarana transportasi publik yang sudah dilakukan di berbagai kereta dan disinfektasi sarana dan prasarana sepertu pasar dan mall,” jelasnya.

Kemudian Sri Mulyani menambahkan bahwa pihaknya juga tidak menutup kemungkinan jika dibutuhankan anggaran tambahan untuk membangun rumah sakit baru apabila penyebaran Covid-19 makin tinggi. “Bahkan termasuk kemungkinan pembangunan rumah sakit tambahan apabila terjadi penambahan pasien corona,” tandasnya.

Baca Juga :  Donald Trump Habiskan Obat Malaria untuk Cegah Corona COVID-19
YLKI