13 Juni 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Xi Jinping Perintahkan Militer China Rajin Latihan Perang

CNNdaily – Jakarta, Presiden China Xi Jinping memerintahkan angkatan bersenjata Negeri Tirai Bambu rajin latihan perang demi memperbesar peluang memenangkan perang.

Dalam rapat bersama Komisi Militer Pusat (CMC) Partai Komunis China, Xi menekankan implementasi penguatan militer termasuk strategi perang dalam menghadapi era baru.

Dia mendesak Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) segera menetapkan sistem latihan militer baru dan mendukung modernisasi angkatan bersenjata negara hingga menjadi militer kelas dunia.

“Latihan militer adalah inti dari pekerjaan sehari-hari militer sebagai cara menciptakan dan meningkatkan kapabilitas berperang. Latihan militer juga merupakan bentuk kesiapan militer suatu negara,” kata Xi seperti dikutip kantor berita Xinhua pada Kamis (26/11).

Xi memaparkan bahwa perubahan terus terjadi di dunia, terutama di sekitar lingkungan keamanan negara. Ia juga mengatakan situasi perang dan bentuk perang modern terus berubah.

Karena itu, Xi menegaskan pentingnya mengubah sistem latihan militer China ke tahap baru. Termasuk perencanaan strategi militer yang lebih baik demi memenuhi kebutuhan perang.

Peningkatan Kapabilitas

Tujuan dari , Presiden China Xi Jinping memerintahkan angkatan bersenjata untuk rajin latihan perang juga menyerukan upaya dalam meningkatkan kapabilitas militer dalam operasi bersama dan terintegrasi hingga peningkatan literasi ilmu pengetahuan dan teknologi bagi setiap personel militer.

Baca Juga :  Dalam Dua Hari Korban Virus Misterius China Melonjak Sampai 139 Kasus Baru

Menurut Xi, kemampuan literasi membantu setiap personel lebih mudah memahami penggunaan taktik dan senjata baru.

latihan perang

Tuntutan Xi terhadap peningkatan kapabilitas militer ini terjadi ketika China terus menghadapi tekanan dari pesaingnya, Amerika Serikat, dan sekutunya di kawasan.
Belakangan, China juga terlibat bentrok militer dengan India di perbatasan di Himalaya yang masih menjadi sengketa kedua negara.

Dalam politik domestik, China juga terus mendapatkan tekanan dari Taiwan, wilayah yang dianggap pembangkang karena terus berupaya memerdekakan diri, dan juga gerakan pro-demokrasi di Hong Kong.