19 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

wamena

Sesampainya di Jayapura, tim Pemprov kemanusiaan Melakukan pengumpulan data dan Buka Pos

Cnndaily.net,banjarmasin – Tim Kemanusiaan Pemerintah Provinsi (provinsi) Banten yang dibentuk Gubernur Banten Wahidin Halim untuk mengevakuasi orang-orang dari Banten terdampak oleh kerusuhan di Wamena, Papua di Jayapura tiba Rabu (2/10) kemarin.

Setibanya di lokasi, tim gabungan yang terdiri dari perwakilan manajemen Badan bencana daerah (DPDT), persatuan nasional dan politik (Kesbangpol), Pelayanan Sosial (Depsos), Dinas Komunikasi, teknologi informasi, statistik dan coding (Diskominfo SP), dan unsur Taruna Siaga bencana penelitian (Tagana) dilakukan secara langsung dan mengumpulkan data tentang warga Banten yang ditahan pada saat yang sama membuka posko kemanusiaan untuk memfasilitasi proses evakuasi dan pengumpulan data mereka kembali ke banten.

Tim ini dipimpin oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (DPDT) catatan Bantam E Kusmayadi warga Banten yang berada di tempat penampungan Aqsa, Sentani. pemindaian survei dilakukan setelah mendarat bandara Sentani, Jayapura, Kamis (3/10), pukul 06.00 WIT. Kusmayadi menjelaskan, pengumpulan data ini dilakukan untuk mempercepat dan mempermudah proses pemulangan warga ke Banten di kampung halamannya.

Baca Juga :  Selvi Bakal Lahirkan Adik Jan Ethes Secara Cesar?

baca juga :Ini Dia Sosok Pria Yang Bawa Ke Tiga Istrinya Saat Dilantik Jadi Anggota DPR

“Informasi awal, ada sekitar 16 orang yang terdaftar di wilayah Sentani. Sebanyak sembilan orang di kota serang dan tujuh warga Kabupaten Serang, “katanya

Diceritakan Kusmayadi, mengumpulkan data saat ini terus di lakukan, ini karena informasi awal yang dikumpulkan oleh tim, masih ada beberapa warga yang tersebar di daerah lain seperti Wamena Waena dan AB Jaya. Sementara itu, bagi masyarakat Banten yang telah dikumpulkan dipimpin divalidasi administrasi kembali sumber data evaluasi. Sekarang, tim masih melakukan dialog dengan orang-orang dari Banten dan penilaian alih oleh petugas Tagana Banten Banten Nurhana Kepala Dinas Sosial. Menunggu untuk warga lainnya, warga yang telah bertemu saat di Nurhasanudin, Kota Serang warga kontrakan yang Sentani.

“Kami melakukan pendataan dan koleksi supaya bisa dipulangkan segera di bawah instruksi gubernur,” kata Kusmayadi

Buka Posko Kemanusiaan

Selain mengumpulkan data, tim kemanusiaan juga membuka posko kemanusiaan di Sentani, Jayapura, Kamis (3/10). Penampungan terbuka untuk mengumpulkan warga Banten yang ditahan dalam kerusuhan Wamena dan sekitarnya.

Baca Juga :  Kampung Janda Yang Bakal Membuat Pria-Pria Lupa Jalan Pulang

baca juga :Fahri Hamzah Minta Anies Tidak Banyak Berpidato dan Tiru Ahok Soal Bekerja

Kusmayadi mengatakan posting ini dimasukkan ke dalam tempat untuk memudahkan proses evakuasi dan pengumpulan data mereka kembali ke banten. Menurut informasi awal yang dikumpulkan, ia menambahkan, ada enam tim jiwa lagi Banten laporan warga yang berada di Wamena. Enam orang telah dievakuasi untuk dibawa ke posisi Sentani. Saat ini, tim masih memimpin penelitian dan pengumpulan data Banten warga masih tersebar di berbagai daerah di Papua dipengaruhi oleh kerusuhan.

“Surveillance akan terus dilakukan di beberapa pos pengungsian untuk mencari orang pengungsi Banten,” katanya

Kusmayadi menambahkan, tim kemanusiaan Banten di lapangan juga telah membantu pasukan keamanan lokal. Dia juga mengatakan bahwa pengungsi Banten ditemukan dalam kesehatan yang baik dan seseorang menjadi terluka atau korban meninggal. Dari data yang dikumpulkan, karya mayoritas warga seperti bubur Banten pedagang dan kerumitan serta guru.

“Tim berencana untuk melakukan penyisiran Senin (7/10) mendatang. Untuk kembali ke rumah kemudian sambil mengumpulkan situasi lain, “tambahnya.

Baca Juga :  Pangeran William Positif Virus Corona, tetapi Dirahasiakan

informasi saat ini, kata Kusmayadi, 15 orang / 6 rumah tangga meminta di pulangkan ke Banten saat ini sedang dipersiapkan dan data identitas. Sementara warga lainnya saat disisir, dipantau dan dicatat untuk posisi lain dan empat posisi dikoordinasikan.