1 November 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

TSMC Akan Menghentikan Produksi Chipset Kirin milik Huawei

CNNdaily – Jakarta,Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) memutuskan untuk menghentikan produksi chipset Kirin milik Huawei usai tekanan Amerika Serikat (AS) sebagai sanksi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Penghentian produksi ibarat skakmat bagi Huawei lantaran bakal mengganggu produksi ponsel produsen gawai asal China itu. TSMC terpaksa tunduk pada keinginan AS lantaran karena peralatan yang digunakan TSMC untuk memproduksi chipset Kirin yang digunakan Huawei, merupakan peralatan dari AS.

Pasalnya, AS telah diperketat larangan kepada Huawei pada Mei lalu. Saat itu, Gedung Putih melarang vendor di seluruh dunia yang menggunakan teknologi AS, untuk memproduksi komponen bagi Huawei.

Meski dijegal oleh AS terkait produksi komponen, Direktur Eksekutif of wireless device strategies dari perusahaan analisa pasar, Strategy Analytics, Neil Mawston memprediksi Huawei dapat bertahan pada 2020.

Dua tahun yang Sulit

Namun, menurutnya dua tahun ke depan akan menjadi tahun yang sangat sulit bagi Huawei untuk mempertahankan stok ponsel pintar, seperti dilansir dari CNBC. Penggiat gadget, Lucky Sebastian pun menyampaikan hal serupa.

“Kalau sampai Huawei tidak berhasil mendapatkan pabrik pembuat chipset atau chipset pengganti (Kirin), maka akan ada kelangkaan produknya, terutama ponsel,” kata Lucky saat dihubungi CNNdaily Selasa (11/8).

Baca Juga :  Terjadi Lagi, Lindungi Pacar Saat Mau Diperkosa Begal, Doi Malah Dijadikan Tersangka Oleh Polisi

Lucky menjelaskan apabila Huawei memutuskan untuk membuat Kirin, perusahaan harus segera mencari pabrik pengganti yang tidak menggunakan paten teknologi AS.

TSMC

Tim CNNdaily telah menghubungi Pihak Huawei Indonesia untuk mengomentari hal ini, namun belum mendapat respons.

Dilansir dari Sammobile, Samsung bisa jadi mendapatkan peluang emas di tengah penghentian produksi cipset Kirin ini. Samsung diprediksi akan berusaha untuk meningkatkan performa cipset Exynosnya, terutama kemampuan dari sisi kemampuan AI.

Berbeda dengan Huawei, Samsung memiliki fasilitas manufaktur sendiri sehingga tidak perlu bekerja sama dengan pabrik semikonduktor seperti TSMC untuk membuat cip.

Namun, Lucky menjelaskan Huawei bisa saja membuat chipset di Samsung Semiconductor. Akan tetapi, Lucky mengingatkan ada indikasi bahwa perusahaan yang bekerja sama erat dengan Huawei ditekan AS.

Di sisi lain, Samsung memiliki pasar besar di AS. Lucky mengungkap Samsung menduduki peringkat kedua di pangsa pasar ponsel di AS setelah Apple.

“Untuk chipset kelas flagshipnya jadinya Huawei mengalami kesulitan membuatnya, cara tercepat untuk tetap bisa bertahan setelah stok cipset habis, harus menggunakan cip buatan pihak ketiga, entah Samsung Exynos atau Mediatek,” tutur Lucky.

Baca Juga :  Lucu, Uang Pemprov Sumut Sebesar Rp 1,8 Miliar Bisa Hilang?? Semua Pura Pura Tidak Tahu

Lucky menjelaskan saat ini peluang terbesar adalah Huawei menggunakan chipset Mediatek mengingat Samsung memiliki potensi akan ditekan oleh Amerika Serikat.

Lucky menjelaskan Qualcomm yang merupakan perusahaan AS dikabarkan sedang meminta izin khusus dari pemerintah AS untuk menjual cipset Snapdragon ke Huawei.

“Karena sebenarnya saling tekan antar Amerika dan China ini adalah perang dagang, atau strategi ekonomi, bisa saja ada kemungkinan Qualcomm diberi izin khusus untuk menjual chipsetnya ke Huawei,” kata Lucky.