19 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

cambuk

Pria Perancang Hukuman Cambuk Malah Tertangkap Berzina Dengan Istri Orang Lain

Cnndaily.net – Aceh Besar, Inilah dia sosok seorang pria yang membuat aturan atau perancang hukuman cambuk di Aceh yang tertangkap sedang berzina dengan istri orang.

Nasib pria perancang hukuman cambuk di Aceh yang tertangkap berzina dengan istri orang itu pun terkuak. Sosok perancang hukum cambuk tersebut bernama Mukhlis alias M.

Diberitakan seorang pria di Aceh berinisial M, menjalani eksekusi hukuman cambuk pasca ditangkap saat sedang berselingkuh dengan seorang wanita yang sudah menikah. M pun dijatuhi hukuman 28 kali cambukan.

Pria itu adalah bagian dari salah satu anggota dewan ulama Aceh yang membantu merancang undang-undang syariah yang menghukum tentang zina. Undang-undang itu memerintahkan para pezina untuk dicambuk di depan umum.

Hal tersebut diterapkan, setelah dia sendiri ketahuan berselingkuh dengan istri orang lain (sejak pemberlakuan hukuman cambuk di Aceh pada tahun 2005). Sementara itu, wanita yang dituduh berselingkuh bersamanya juga diangkat ke atas panggung dan dicambuk 23 kali.

Baca Juga : Vanessa Angel Cari Kakek Sugiono saat Liburan di Jepang

Baca Juga :  Menteri Pertahanan AS Sebut Butuh Indonesia untuk Lawan Dominasi China-Rusia

Siapakah Sosok M?

1, Anggota MPU Kabupaten Aceh Besar

M merupakan anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Besar. Ia menjalani eksekusi hukuman cambuk di Taman Sari, Kota Banda Aceh, Kamis (31/10/2019).

Ia ditangkap oleh petugas Wilyatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh, karena berduan di dalam mobil bersama wanita berinisial N di kawasan Pantai Ulee Lheu pada September 2019.

2, Imam Masjid

M berusia 46 tahun. Selain anggota MPU, ia juga berstatus imam di sebuah masjid di dalam kawasan Aceh Besar.

Wakil Bupati Aceh Besar Tgk Waled Husaini A Wahab mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum terhadap anggot MPU Aceh Besar sesuai hukum syariah yang berlaku di Aceh.

Sebab, komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bahwa hukum syariah berlaku adil untuk semua tanpa kecuali anggota MPU ataupun pejabat.

“Hukum cambuk berlaku untuk seluruhnya. Kalaupun itu anggota MPU tetap harus dicambuk,” katanya.

Baca Juga : Viral, Polisi Pukul Sopir Ambulans gara-gara Bunyi Sirene

3, M Dipecat dari MPU

Baca Juga :  Senyum Semringah Jokowi Melihat Cucu Ketiganya di RS PKU Muhammadiyah Solo

Selain harus menjalani eksekusi hukuman cambuk, Waled menyebutkan, M juga akan dikeluarkan dari anggota MPU Kabupaten Aceh Besar. Ia dinilai telah merusak nilai dan citra lembaga ulama di Kabupaten Aceh Besar.

“Yang bersangkutan pasti akan dipecat dari anggota MPU karena moralnya sudah rusak dan itu sesuai dengan aturan di MPU yang moralnya rusak. Jangankan anggota MPU, ketua MPU pun bisa dipecat jika bersalah,” ujarnya.

Diketahui, penerapan hukuman cambuk di Aceh, dinilai masyarakat di sana, efektif untuk mengurangi perzinaan. Hukuman cambuk mempermalukan pelaku di depan umum karena selingkuh atau berzina. Hukuman cambuk juga dinilai mereka mengurangi prostitusi di kawasan Aceh.