18 Mei 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Temuan Infeksi Mucormycosis yang Mematikan akibat Covid-19

CNNdaily – Jakarta, Para dokter rumah sakit Sir Ganga Ram (SGRH) di Delhi, India, dalam 15 hari terakhir menemukan 13 kasus infeksi jamur hitam atau  Mucormycosis yang dipicu oleh infeksi virus corona.

“Dalam 15 hari terakhir, ahli bedah THT telah menyaksikan 13 kasus Mucormycosis yang dipicu Covid-19 di lebih dari 50 persen pasien,” kata SGRH dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari NDTV.

Otoritas rumah sakit mengatakan jumlah kematian saat ini berada di kisaran 50 persen atau lima pasien.

Jamur itu dapat menyebabkan hilangnya penglihatan, pengangkatan tulang hidung dan rahang, serta dapat mempengaruhi otak.

Jamur hitam

Jamur hitam atau Mucormycosis (sebelumnya disebut zygomycosis) adalah infeksi jamur yang serius. Mucormycosis menyerang terutama orang-orang yang memiliki masalah kesehatan atau mengonsumsi obat untuk menurunkan kemampuan tubuh guna melawan kuman dan penyakit.

“Frekuensi kami dalam menyaksikan terjadinya Mucormycosis yang dipicu Covid dengan morbiditas dan mortalitas tinggi terbilang mengkhawatirkan,” kata Ahli Bedah THT senior, Manish Munjal.

“Kecurigaan klinis awal pada gejala seperti penyumbatan hidung, pembengkakan di mata atau pipi, dan kerak kering hitam di hidung harus segera dilakukan biopsi dan memulai terapi antijamur sedini mungkin,” ujar dia.

Baca Juga :  5 Prinsip Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Pria dan Wanita

Mucormycosis

Gejala awal


Gejalanya meliputi wajah mati rasa, hidung tersumbat di satu sisi atau mata bengkak, atau nyeri. Para ahli bedah THT telah mengambil sampel dan memulai perawatan medis definitif untuk mencegah medical loss.

Dalam sebuah kasus, seorang pria berusia 32 tahun yang sudah pulih dari Covid-19 mengalami penyumbatan hidung sisi kiri dan mengalami mata bengkak dalam dua hari. Tak kunjung membaik, ia memeriksakan diri ke dokter.

Namun gejalanya kian memburuk di mana wajahnya menjadi mati rasa. Dia pun dibawa ke unit gawat darurat rumah sakit dalam keadaan setengah bingung dan tidak sadar.

“Tesnya mengungkapkan adanya peningkatan tajam gula dan tingkat infeksi. Tapi yang lebih mematikan, adanya jamur pembunuh langka yang disebut Mucor, yang sampelnya diambil dari kotoran hidungnya. MRI mengungkapkan, infeksi itu telah menghancurkan sebagian besar sinus sisi kiri, mata, tulang rahang atas dan otot, dan bahkan telah masuk ke otak,” kata Munjal.

Dilansir Indian Express, Selasa (15/12), lebih lanjut ia menuturkan tim THT dan ahli bedah mata telah melakukan debridement bedah ekstensif dan pasien harus diberikan obat antijamur serta dukungan perawatan kritis selama lebih dari dua pekan. Tapi deteksi dini dapat mencegah hilangnya penglihatan, hidung atau rahang melalui intervensi klinis.

Baca Juga :  Prabowo Penuhi Janji Jokowi, Tunjangan Kinerja Prajurit TNI Naik 80%

“Keterlibatan orbital (rongga tulang yang berisi bola mata) merupakan perkembangan yang serius selama perjalanan penyakit ini. Dan tidak hanya mengarah pada kemungkinan hilangnya penglihatan secara permanen, tapi juga hidup. Karena keterlibatan otak adalah penyebab utama kematian pada Mucormycosis ” kata Ahli Bedah Mata Senior, Shaloo Bageja.