18 Mei 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

IDNpokerV

Suhariyanto : Pelemahan Ekspor-Impor Indonesia di Januari 2020 Bukan Dampak Virus Corona

CNNdaily – Jakarta, Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), memastikan bahwa kondisi ekspor dan impor pada bulan Januari 2020 bukan karena dampak dari virus Corona. Menurut dia, dampak Corona pada tingkat impor dan ekspor akan terlihat pada rilis berikutnya di bulan Februari.

“Ekspor dan impor dari Januari dari awal bulan, pengaruh belum akan terlihat signifikan pada Januari tapi kita perlu waspada bagaimana efek bisa kita liat pada rilis di Febuari tapi intinya kita perlu waspada, “katanya di kantornya, Jakarta, Senin (17/02/ 2020).

Dia menjelaskan bahwa wabah virus corona itu sendiri kronologis awalnya dilaporkan di Wuhan, China pada 31 Desembee 2019. Kemudian diidentifikasi sebagai virus corona pada 3-5 Januari 2020.

Setelah itu, pada 20 Januari 2020 beberapa negara baru mulai melalukan kontrol suhu badan meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum merekomendasikan peraturan pembatasan.

” Tapi 21 Januari mulai ada korban. Dan pada 31 Januari ditetapkan darurat oleh WHO,” katanya.

Refleks pada urutan kronologis tersebut, ekspor-impor perdagangan di seluruh Indonesia di Januari 2020 belum terlalu terpengaruh secara signifikan. Namun, kewaspadaan muncul pasca setelah imlek.

Baca Juga :  Ilmuwan Yakin Vaksin Corona China 99 Persen Efektif

“Jadi saya tekankan, ekspor impor Januari pergerakan dari awal bulan sampai minggu ketiga masih oke. Tapi karena saya tidak menyajikan data mingguan, jadi pengaruh itu belum terjadi signifikan di Januari, “katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa defisit neraca perdagangan Indonesia di Januari 2020 mencapai 0,86 miliar dolar, setara dengan Rp 864 juta. Defisit ini lebih tipis dibandingkan ke posisi di Januari 2019 tercatat sebesar USD 1,06 miliar.

Suhariyanto selaku  kepala BPS juga mengatakan bahwa tingkat nilai ekspor Januari 2020 tidak seimbang dibandingka dengan impor. Hal ini membuat defisit pada neraca perdagangan Indonesia.

Dimana nilai ekspor sebesar 13,41 miliar dolar AS, turun 7,16 persen dari bulan sebelumnya. Sedangkan impor sebesar USD 14,28 miliar, turun 1,60 persen dari Desember 2019.

“2020 defisit perdagangan pada bulan Januari USD 0,86 atau Rp 864 juta lebih kecil dibandingkan Januari 2019. Dalam Januari 2019 defisit USD 1,06 miliar,” katanya pada konferensi pers Gedung Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/2).

Baca Juga :  Rusia Banderol Vaksin Corona Sputnik V Rp141 Ribu per Dosis

Secara rinci, Suhariyanto menyebutkan komoditi migas tercatat minus 1,18 miliar USD. Sementara itu, non-migas tercatat surplus USD 317 juta.

Defisit migas terdiri dari nilai minyak mentah yang mencatat defisit USD 481,1 juta dan produk minyak defisit USD 935,1 juta. Tetapi gas telah mencatat surplus sebesar USD 235 juta.

Ia berharap bahwa defisit ini dapat diatasi dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Salah satu implementasi tersebut diduga B30 dapat mengurangi neraca perdagangan Indonesia.

Beliau berharap defisit ini dapat teratasi oleh berbagai kebijaksanaan yang dibuat Pemerintah. Salah satunya adalah implementasi B30 yang diyakini dapat menekan neraca perdagangan Indonesia ” Kalau berbagai kebijakan itu mulus dilapangan neraca perdagangan akan baik dan surplus,” lanjutnya. (Ads-h)