30 Oktober 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Mendikbud Akan Berikan Subsidi Kuota Internet Untuk Siswa, Mahasiswa, Guru, hingga Dosen

CNNdaily – Jakarta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan memberikan subsidi kuota internet untuk siswa, mahasiswa, guru, hingga dosen. Subsidi kuota akan diberikan selama September-Desember 2020.

“Kami sudah mendapat persetujuan untuk anggaran sebesar Rp 9 triliun untuk tahun ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota data bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama 3 sampai 4 bulan ke depan,” kata Nadiem dalam raker bersama Komisi X DPR RI, di MPR/DPR RI, Senayan, Kamis (27/8/2020).

Dalam paparan yang ditampilkan saat rapat bersama Komisi X DPR, Nadiem berjanji akan memberikan bantuan anggaran Rp 7,2 triliun untuk subsidi kuota internet kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen.

Rinciannya, setiap bulan siswa akan mendapat 35 GB per bulan, kemudian guru akan mendapat kuota 42 GB per bulan. Sementara dosen dan mahasiswa akan mendapat kuota 50 GB per bulan.

Selain itu, Nadiem telah menyediakan tambahan penerima tunjangan sebesar Rp 1,7 triliun. Dari tunjangan guru, dosen, sampai guru besar.

“Kami juga sudah mengamankan tambahan penerima tunjangan profesi guru dan tenaga pendidikan dan tunjangan profesi, dosen dan tunjangan guru besar sebesar Rp 1,7 triliun. Jadi total ini sekitar Rp 9 triliun,” ucapnya.

Baca Juga :  Ratusan Pelajar Diajak Sofyan Tan Nobar Film Naga Bonar Bertujuan Mengajarkan Nasionalisme

subsidi kuota

Tunda organisasi penggerak

Sebelimnya, Mendikbud Nadiem Makarim juga menunda pelaksanaan Program Organisasi Penggerak (POP). Dia mengatakan anggaran POP tahun ini akan dialokasikan untuk guru.

“Jadi anggaran program Organisasi Penggerak tahun ini kita dedikasikan untuk guru,” ujar Nadiem saat raker bersama Komisi X DPR RI, di Kompleks MPR/DPR RI, Senayan, Kamis (27/8/2020).

Nadiem menjelaskan anggaran dana POP dapat digunakan guru untuk kebutuhan pulsa selama masa pandemi COVID-19. Menurutnya, penundaan dan alokasi dana itu dilakukan sebagai respons dari PGRI yang meminta POP untuk ditunda.

Melalui evaluasi yang ada, eks CEO Go-Jek ini pun memutuskan untuk melaksanakan POP di tahun 2021. Dia menegaskan POP akan tetap berjalan.

Nadiem kemudian mengatakan beberapa alasan terkait penundaan itu. Pertama, Nadiem ingin POP dapat merangkul organisasi masyarakat.

Penundaan ini juga dilakukan guna memastikan kesiapan semua peserta selama masa pandemi COVID-19 ini. Nadiem pun mengatakan penundaan juga dilakukan guna mengecek kembali rekam jejak ormas yang lolos seleksi POP.