20 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Sri Mulyani

Di depan siswa SMA, Sri Mulyani mengingatkan pengelolaan anggaran tertutup di era Suharto

Cnndaily.net,padang – Departemen Keuangan (Depkeu) yang diselenggarakan anggaran Olympic (APBN) tahun 2019 di Gedung Dhanapala, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh 1.466 sekolah tinggi (SMA) di seluruh Indonesia, menyisakan tiga SMA yang berhasil sampai ke babak akhir.

Dalam sambutannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa siswa siswa saat ini sangat beruntung karena kita sudah tahu fungsi dan kegunaan dari anggaran negara. Hal ini berbanding terbalik usia proporsional ketika Sri Mulyani perguruan tinggi yang tidak memahami anggaran negara.

“Waktu yang saya gunakan di sekolah tinggi, saya ingat ketika Soeharto memberikan anggaran untuk DPR pidatonya. Karena saat televisi hanya ada satu nama ke saluran TVRI, kita melihat semua pidato ini. Kami mendengarkan angka yang disebutkan, tapi kami tidak tahu jumlah, untuk apa dan apa yang harus dilakukan dengan kami”, kata menteri dalam sambutannya di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (1/10).

baca juga :Selain Meningkatkan Gairah, Ini 5 Manfaat Berciuman Mesra dengan Pasangan

Ia mengakui bendahara negara, generasi sekarang dibesarkan dalam keadaan tidak mengetahui fungsi dari APBN. , Aturan pertama adalah tidak transparan seperti saat ini dalam pengelolaan uang negara.

Baca Juga :  Pengacara Mahasiswa Papua Sebut Jokowi Salah Ambil Keputusan

“Kita semua dari generasi pertama dari orang-orang. Kami dibesarkan di waktu hari dan transparansi kami bentuk anggaran negara tidak seperti itu, “katanya.

Kemudian, waktu telah berubah sejak krisis ekonomi 1998 yang memaksa reformasi di Indonesia. Momen ini merupakan langkah penting dalam awal pemerintahan yang demokratis dan transparan.

baca juga :Pukul Mundur Massa Pendemo, Polisi Amankan 30 Orang

“Ini adalah Anda adalah anak reformasi generasi. 1997, 1998 yang menyebabkan permintaan bahwa Indonesia telah berhasil lebih transparan, akuntabel, demokratis dan harus mampu menjelaskan kepada publik di mana uang diterima, dengan apa yang digunakan dan apa tanggung jawab ” jelasnya.

setelah perkembangan zaman dan kemudian mulai menerapkan undang-undang untuk mengatur keuangan publik yaitu UU No. 17 Tahun 2003, UU Nomor 1 Tahun 2004 dan UU No. 15 tahun 2004. Undang-undang adalah bahwa katanya dalam sebuah trilogi yang mewakili berbagai keuangan publik dari pemerintah sebelumnya,

“Jadi Anda dibesarkan dalam waktu sejak tahun 2003 2004 adalah sebuah rezim manajemen yang berbeda dengan negara-negara waktu kita. Jadi benar-benar hanya 14 tahun, kita tahu anggaran negara, “tambahnya.

Baca Juga :  Petani Kopi Tewas Diterkam Macan Tutul