2 Agustus 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Singapura Mengkonfirmasi Masuknya Virus Corona Varian Baru

CNNdaily – Singapura, Kementerian Kesehatan Singapura mengkonfirmasi 21 kasus Covid-19 baru pada Rabu (23/12). Satu di antaranya merupakan kasus virus corona mutasi baru dari Inggris.

Pasien adalah seorang pelajar Singapura berusia 17 tahun yang pulang dari Inggris. Teridentifikasi sebagai kasus nomor 58.504, ia tinggal di Inggris selama studinya sejak Agustus lalu.

Pasien yang tak disebutkan identitasnya ini tiba di Singapura pada tanggal 6 Desember lalu. Dan melakukan karantina selama dua minggu sesuai protokol.

“Saat ini belum ditemukan bukti strain virus B117 telah menyebar di masyarakat,” ujar Kemenkes Singapura, dikutip dari Channel News Asia, Kamis (24/12).

Delapan di antara 21 kasus yang ditemukan pada Rabu lalu merupakan kasus impor yang berasal dari Kanada, India, dan Inggris.

Sembilan kasus lainnya adalah pekerja migran asing yang datang dari India, Indonesia, dan Myanmar. Pada Selasa (22/12), 21 dari 29 kasus baru juga merupakan pekerja rumah tangga asing.

Mengutip Straits Times, keluarga dan kerabat dekat pelajar yang terinfeksi  virus corona varian baru yang bermutasi melakukan karantina selama dua pekan. Di akhir masa karantina, mereka dinyatakan negatif Covid-19.

Baca Juga :  Provinsi: Gubernur Rencana Rumah Rumdin Sejak 2015, Dicoret Anies 2018

Saat ini, Laboratorium Kesehatan Nasional Singapura tengah melakukan pengurutan genom virus untuk kasus Covid-19 yang dikonfirmasi yang tiba dari Eropa baru-baru ini.

Singapura Mengkonfirmasi

Thailand

Sementara itu Thailand melaporkan lebih dari 1.000 kasus positif Covid-19 yang terkait dengan klaster pasar ikan. Pihak berwenang mengatakan saat ini tengah mempertimbangkan apakah perlu memperluas penguncian (lockdown).

Hingga Rabu (23/12) pagi dilaporkan ada 1.063 kasus positif dari total 6.156 orang yang menjalani tes. Jumlah tersebut sejauh ini lebih besar dibandingkan gelombang pertama dengan total 4.300 kasus.

Gubernur Samut Sakhon Veerasak Vijitsaengsri mengatakan tingkat infeksi yang terkait dengan klaster pasar ikan mencapai 27,91 persen, turun dari sebelumnya 40 persen.

Mayoritas kasus baru menginfeksi pekerja dari Myanmar yang bekerja di kapal udang dan pabrik pemrosesan makanan laut yang bernilai miliaran dolar.

Koordinator Jaringan Hak Pekerja Migran, Suthasinee Bik mengatakan jika para pekerja Myanmar yang positif Covid-19 saat ini merasa cemas dan stres karena harus melakukan karantina.

Kelompok hak asasi manusia melaporkan kekhawatiran para pekerja Myanmar yang terpapar Covid-19 semula mempermasalahkan pasokan makanan. Namun saat ini mereka memiliki cukup pasokan makanan.

Baca Juga :  Cerita Relawan Asal AS, untuk Ujicoba Vaksin Virus Corona COVID-19

Wakil Perdana Menteri Thailand Prawit Wongsuwan mengatakan pihak berwenang belum membuat keputusan tentang tindakan penguncian lebih lanjut dan keputusan untuk membatalkan perayaan malam Tahun Baru.