2 Agustus 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

wanita-tewas-di-kontainer

wanita-tewas-di-kontainer

Pesan Terakhir Salah Satu Korban yang Tewas Membeku Dalam Truk Kontainer Di Inggris

Cnndaily.net, Bekasi – Penemuan 39 mayat imigran yang tewas membeku dalam truk kontainer di Inggris membuat dunia terkejut. Seorang wanita muda, satu dari enam imigran asal Vietnam sempat mengirimkan pesan merinding jelang ajal menjemput.

Gadis muda malang itu bernama Pham Thi Tra My. Dia baru berusia 26 tahun saat ditemukan di dalam kontainer trul tailer di Essex, Inggris.

Tra My diketahui mengirimkan pesan terakhirnya ke keluarga pukul 10.30 malam. Pesan merinding itu dikirim 2 jam sebelum truk kontainer tiba di Purfleet, Essex.

Seorang sumber mengatakan beberapa korban tewas dalam tragedi tersebut berasal dari Vietnam. Namun polisi menolak berkomentar tentang kewarganegaraan para korban.

Baca juga : Pria Disabilitas Ini Rajin Bikin Kaki Palsu dan Dibagikan Gratis

Kedutaan besar Vietnam di London mengatakan beberapa keluarga sudah menghubungi mereka untuk menanyakan kondisi keluarganya. Namun mereka belum memperoleh informasi apapun dari pihak kepolisian.

Tra My dilaporkan berusaha masuk ke Inggris saat mengirimkan pesan terakhir itu pada Selasa lalu. Saat itu truk kontainer berangkat dari Zeebrugge, Belgia ke Essex, Inggris.

Baca Juga :  Obama Sebut Aksi Trump Sebagai Ancaman Besar Terhadap Demokrasi

Dalam pesannya dia menulis, ” Maafkan saya bu, perjalanan saya ke luan negeri tak berhasil.”

” Bu, saya sangat mencintaimu dan ayah. Saya sedang sekarat sekarang karena tak bisa bernapas.”

Usai mengirimkan pesan tersebut, pihak keluarga tak mendapat kabar apapun dari Tra My.

Baca juga : Hei Orang Tua, Jangan Suka Bertengkar Depan Bayi !!

Pihak Kedubes Vietnam di Inggris sendiri sudah menghubungi kepolisian Essex untuk memperoleh informasi tersebut.

” Keluarga saya telah meminta bantuan. Seseorang mengatakan kepada saya ada enam orang lagi yang meminta bantuan serupa untuk menanyakan keberadaan saudara atau anggota keluarga mereka sejak kehilangan kontak 23 Oktober lalu,” tulisnya di Twitter

” Kami tidak tahu apakah enam nama itu merupakan enam kasus. Dan kami juga tidak tahu apakah mereka ada di dalam truk Essex. Kami berharap tidak ada.”