27 September 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

WHO Soroti Ruang Isolasi Rumah Sakit di Jakarta Terisi 70 Persen

CNNdaily – Jakarta, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) soroti kapasitas tempat tidur ruang isolasi rumah sakit rujukan pasien virus corona di Jakarta.

Dalam laporan WHO untuk Covid-19 di Indonesia disebutkan okupansi ruang isolasi di Jakarta telah mencapai 70 persen.

“Meningkatkan perhatian tentang kapasitas sistem perawatan kesehatan untuk mengatasi meningkatnya jumlah kasus baru setiap minggunya,” tulis WHO dalam laporan resmi, Rabu (2/9).

Jakarta saat ini memiliki 4.456 tempat tidur isolasi dan 483 di ruang ICU yang tersebar di 67 rumah sakit rujukan Covid-19.

Namun, dengan kasus yang hampir mencapai 5.000 setiap pekan, tempat tidur telah terisi dengan cepat.

Pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas tempat tidur dan fasilitas di rumah sakit rujukan Covid-19 serta merekrut lebih banyak tenaga medis.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyatakan sudah bekerja sama dengan total 67 rumah sakit di Jakarta untuk penambahan kapasitas. Adapun 67 rumah sakit berasal dari RSUD, BUMN, TNI, Polri dan swasta.

Widyastuti menyatakan DKI mengusahakan agar tingkat ketersediaan bed (Bed of Rate) bisa berada di presentase 60 persen. Penambahan, kata Widyastuti, juga dilakukan untuk ruangan ICU.

Baca Juga :  Melihat ruangan dan Interior Perpustakaan BJ Habibie yang Bikin Betah

Daya tampung sejumlah Rumah Sakit rujukan Covid di Jakarta juga hampir menyentuh batas maksimal. Salah satunya adalah Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Direktur RSUD Tarakan Dian Ekowati mendetail jumlah tempat tidur yang terpakai.

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta beberapa kali mengalami lonjakan drastis selama PSBB transisi fase I. Jakarta mencatat rekor tertinggi dengan penambahan 1.359 kasus pada Kamis (3/9)

Lonjakan kasus menyebabkan perpanjangan waktu PSBB transisi hingga 10 September.

Thailand

Thailand  kembali melaporkan kasus baru virus corona setelah 100 hari nihil positif Covid-19.

Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Suwanchai Wattanayingcharoenchai mengungkap satu orang di Thailand kembali terpapar virus corona.

“Ini adalah transmisi lokal pertama setelah kami melewati 100 hari (tanpa kasus positif),” ucapnya dilansir dari AFP, Jumat (4/9).

Media lokal Thailand mengungkap bahwa sang DJ dijatuhi vonis penjara pada 26 Agustus 2020. 30 orang diketahui telah melakukan kontak erat sebelum dinyatakan positif corona pada Rabu (2/9) oleh otoritas setempat.

Pria tersebut kemudian dijelaskan pernah bekerja sebagai DJ di berbagai bar di sekitar Bangkok termasuk di lokasi turis backpacker di Jalan Khao San.

Baca Juga :  Drama Tragis Corona di Kehidupan Orang Indonesia

Ruang Isolasi

Penderita adalah seorang pria yang bekerja sebagai disk jockey (DJ) yang tengah mendapat vonis hukuman dua tahun penjara atas kasus penyalahgunaan narkoba. Dia mendekam di penjara di Bangkok dan kini mendapat perawatan di rumah sakit.

Thailand menjadi salah satu negara yang terpapar virus corona di awal penyebarannya di luar China. Perekonomian Thailand juga ikut terpukul dengan kebijakan penguncian atau lockdown.

Sektor pariwisata disebut sebagai yang paling terdampak akibat kebijakan tersebut. Pertumbuhan Thailand mengalami kontraksi sebesar 12,2 persen pada kuartal kedua, penurunan paling tajam dalam lebih dari 20 tahun.