18 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Prancis Perketat Jam Malam di Sebagian Wilayah untuk Menekan Corona

CNNdaily – Paris, Prancis memperketat jam malam di sejumlah wilayah untuk menekan corona. Pengetatan dilakukan di 15 region (setara dengan provinsi di Indonesia) dengan memajukan jam malam dua jam yaitu dari pukul 20.00 menjadi 18.00 mulai Sabtu, 2 Januari 2020.

“Virus terus menyebar di Prancis… namun dengan disparitas antarregion,” ujar Juru Bicara Pemerintah Prancis Gabriel Attal, dikutip dari AFP, Sabtu (2/1).

Kebijakan itu diterapkan pada 101 departemen (setara kabupaten di Indonesia) yang berada di 15 region, termasuk departemen Les Alpes-Maritimes di mana Kota Nice berada.

Dalam wawancara dengan TF1, Attal mengungkapkan apabila situasi kian memburuk sejumlah area, pemerintah akan mengambil langkah lebih lanjut.

Langkah pengetatan terpaksa diambil mengingat fasilitas kesehatan lokal kian terbatas dengan bertambahnya jumlah kasus.

Pada kesempatan yang sama, untuk menekan corona Attal juga mengonfirmasi bahwa bioskop, teater, dan gedung konser yang saat ini ditutup belum bisa beroperasi pada 7 Januari 2020.

Pesta Malam Tahun Baru Ilegal

Sekitar 2.500 orang menghadiri pesta musik elektronik (rave party) ilegal pada malam Tahun Baru 2021 di Lieuron, Brittany, Prancis. Hal itu menimbulkan kekhawatiran akan risiko penyebaran virus corona.

Baca Juga :  China Kritik Amerika Serikat soal Kerusuhan di Puluhan Kota

Dilansir dari AFP, Sabtu (2/1, aparat kepolisian lokal sebenarnya sudah berusaha menghentikannya. Namun, upaya itu gagal karena terjadi bentrok dengan pengunjung yang menghadiri pesta itu.

Berdasarkan keterangan pemerintah lokal, pesta digelar di gudang kosong milik sebuah perusahaan penyimpanan.

“Petugas berusaha mencegah acara tersebut tetapi menghadapi perlakuan kasar dari orang-orang yang berpesta,” jelas keterangan pemerintah setempat.

Bahkan, mereka yang menghadiri pesta sampai membakar salah satu mobil dan melempar batu dan botol.

Pengunjung yang menghadiri pesta tidak hanya berasal dari Prancis, tetapi juga dari luar negeri. Salah seorang pengunjung bernama Jo mengatakan kepada AFP beberapa warga asing yang hadir berasal dari Spanyol dan Inggris.

menekan corona

Ia juga menyebut hanya sedikit orang yang menjaga jarak selama pesta tersebut.

Petugas kejaksaan telah membuka investigasi terhadap organisasi ilegal yang menggelar acara itu, termasuk menyelidiki soal upaya penyerangan terhadap petugas.

Prancis sendiri telah melarang pesta dengan kerumunan massa untuk mencegah penyebaran virus corona. Prancis memberlakukan jam malam pukul 20.00 di seluruh wilayah.

Baca Juga :  Angkatan Laut AS Peringatkan Kapal Perangnya Akan Lebih Tegas di LCS