1 Maret 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

heru-sutadi

PHK massal, pengamat membandingkan Bukalapak dengan Gojek

Cnndaily.net,surabaya – Dikabarkan bahwa Bukalapak mengurangi jumlah karyawan berskala besar. Pengamat teknologi informasi dari Heru Sutadi ICT Institute melihat kebijakan ini sebagai bentuk efisiensi bisnis.

Heru mengatakan para startup membutuhkan banyak sumber daya manusia untuk melakukan strategi pemasaran dan akuisisi pengguna berskala besar.

“Kami melihat banyak perusahaan baru yang mulai efisien. Jika jumlah karyawan terlalu banyak pada awalnya karena memerlukan pemasaran dan akuisisi pengguna, tetapi setelah stabil, rasanya harus ada pengurangan karena tidak lagi diperlukan,” Heru mengatakan ketika Cnndaily.net menghubungi mereka pada Selasa (9/10). )

Heru mengatakan bahwa pemasaran dan akuisisi pengguna harus dilakukan untuk memperkenalkan dan memandu pengguna untuk memasarkan produk di Bukalapak. Ketika pengguna terbiasa, ada beberapa divisi yang tidak lagi dikalahkan oleh banyak karyawan.

baca juga :Polisi Bongkar Perdagangan Wanita di Kepri, Korbannya Dijadikan PSK

“Dibutuhkan banyak pemasaran, untuk akuisisi pengguna terlalu banyak karena mereka harus pergi ke lapangan untuk menjelaskan cara membuka akun, mengisi barang, harga dan lain-lain. Karena beberapa tahun yang lalu itu masih baru, jadi harus dibimbing. Sekarang penggunanya normal dan tanpa masalah. Jadi ada bagian yang bisa dikurangi, “kata Heru.

Baca Juga :  Rian Maling Apes Tapi Lucu, Jual Motor Hasil Curian ke Pemilik Aslinya

Selain itu, Heru juga mengatakan bahwa Bukalapak terlibat dalam perdagangan elektronik, bisnis yang berbeda dari angkutan penumpang. Layanan transportasi penumpang dapat diperluas ke layanan logistik hingga layanan pengiriman makanan.

“Bukalapak didasarkan pada perdagangan elektronik. Tidak ada jenis bisnis baru. Hal yang berbeda seperti Gojek, yang mengarah pada layanan baru yang membutuhkan pekerja tambahan dan area layanan baru, bahkan di luar negeri, yang juga membutuhkan tambahan karyawan baru “katanya.

Menurutnya, tindakan pemutusan hubungan kerja oleh Bukalapak harus dipantau untuk menemukan alasan di balik kebijakan tersebut. Apakah Bukalapak kehilangan atau lebih ke arah efisiensi untuk menghasilkan pendapatan?

“Itu hanya perlu dipantau terus menerus, jika pengurangan besar-besaran berlanjut hingga tiga kali setahun, ya, itu pertanda gelembung dalam bisnis Anda,” katanya.

baca juga :KPAI Cocok Disebut Komisi Penghancur Impian Anak Indonesia

Sebelumnya, sebuah sumber dari CNNDAILY.NET mengatakan bahwa beberapa divisi sebagai insinyur, pemasaran dan layanan pelanggan adalah “korban” dari dugaan pemotongan di Bukalapak. Sumber lain juga mengungkapkan bahwa diduga tindakan pengadilan akan mencapai ratusan karyawan. Divisi teknik dikatakan sebagai salah satu bagian yang paling terkena dampak.

Baca Juga :  VIRAL - Cerita Horor KKN DESA PENARI Akan di Buatkan Buku & di Film kan ???

CNNDAILY.NET telah menghubungi manajemen Bukalapak. Namun, hingga saat ini Bukalapak belum berkomentar.