26 September 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Warga Serang Petugas BNN saat Penggerebekan di Sumut

CNNdaily – Jakarta, Ratusan orang melakukan penyerangan terhadap 11 petugas BNN Kabupaten Deli Serdang yang sedang melakukan penggerebekan di rumah terduga bandar narkoba di Desa Regemuk, Kecamatan Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (6/8) pagi.

“Betul (kejadian penyerangan) kemarin pagi jam 10,” kata Kepala BNN Deli Serdang, Safwan Khayat kepada CNNdaily melalui sambungan telepon, Jumat (7/8).

Safwan menjelaskan penggerebekan dilakukan di rumah terduga bandar berinisial IP. Katanya, IP adalah salah satu dari empat buron kasus pengedaran narkoba pada 2019. Tiga orang lain telah ditangkap.

“Kejadiannya diawali 2019 bulan Desember. Kami mengadakan penangkapan di Desa Regemuk. Tertangkap 3 orang tersangka, 1 melarikan diri,” tutur Safwan.

Ia berkata tiga buron yang tertangkap itu telah diproses hukum. Mereka dikirim ke kejaksaan dan telah melalui tahap persidangan. Petugas BNN pun lanjut memburu IP.

Setelah menyelidiki keberadaan IP, petugas BNN merencanakan penggerebekan di sebuah rumah yang diduga kediaman IP, Kamis kemarin.

Petugas BNN

Saat penggerebekan IP tidak ada di sana. Kendati demikian, petugas BNN menemukan sejumlah barang bukti yakni empat paket sabu-sabu dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga :  Mantan KetUm Partai NasDem Patrice Rio Capella, Manuver Surya Paloh Menjijikan

Safwan bercerita saat penggerebekan ada satu orang tua yang berada di luar TKP, mengaku sebagai ayah IP.

Provokasi

Orang tua tersebut memaksa masuk TKP. Insiden pun terjadi. Orang tua tersebut terjatuh saat mencoba memasuki rumah yang sedang digerebek.

“Jatuh orang tua itu, ada warga yang keberatan. ‘Kenapa sampai jatuh orang tua itu?'” katanya.

Dalam situasi tersebut, Safwan menuturkan ada yang melakukan provokasi.

Petugas BNN dituding melakukan tindakan kekerasan terhadap orang tua. Warga yang berkumpul mulai ribut. Sebagian mereka berteriak, menuding-nuding petugas BNN.

“Warga berteriak, ‘bohong, rekayasa, itu barang buktinya gula bukan sabu-sabu’,” kata Safwan menirukan teriakan warga di TKP.

“Jadi dikira kami, BNN, enggak bisa bedakan gula dan sabu,” imbuh Safwan.

Warga yang simpati terhadap orang tua itu selanjutnya menyerang para petugas. Satu mobil BNN rusak berat akibat serangan warga. Namun para petugas selamat dan tidak mengalami luka apa-apa.

Meski mendapat serangan dari warga, Safwan menyebut petugas BNN berhasil menyelamatkan sejumlah barang bukti dari TKP.

Adapun kasus penyerangannya sudah ditangani polisi. Ada dua orang ditangkap dalam insiden penyerangan ini, yakni kepala dusun dan satu warga.

Baca Juga :  Gejala Usus Buntu Ringan Hingga Berat Ini Wajib Kamu Tahu

Safwan mengungkap sejak awal Desa Regemuk memang berstatus zona merah narkoba.

Ada dugaan, warga dibayar oleh IP untuk menyerang petugas BNN. Namun Safwan mengaku tidak bisa memastikan dugaan itu. Ia menyerahkan penyelidikan lebih lanjut kepada polisi setempat.

Ia juga membantah petugasnya melakukan tindak kekerasan terhadap orang tua yang mengaku sebagai ayah IP.

Dia bilang sebelum orang tua itu masuk, petugas sudah menjelaskan prosedur olah TKP. Kata dia, dalam prosedur tidak diperbolehkan orang lain masuk selain yang berwenang.

Ia lantas mengingatkan IP agar segera menyerahkan diri ke  BNN, kata Safwan, akan terus melakukan pencarian.

“Cepat atau lambat IP akan segera tertangkap,” ujar Safwan.