20 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Aksi Dukung Jokowi Baru dihadiri Oleh Puluhan Orang

Jakarta, CNNDaily.net – Kelompok yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Peduli Bangsa menggelar aksi untuk mendukungan kepada pasangan pemenang Pilpres 2019 Joko Widodo – Ma’ruf Amin sampai dilantik pada 20 Oktober. Mereka tidak ingin ada pihak yang mengganggu untuk menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma’ruf.

Serempak menggenakan baju berwarna putih, para demonstran mulai datangi Taman Aspirasi, tepat di seberang Istana Kepresidenan sejak pukul 12:04 WIB.

Demonstran terlihat membawa spanduk bertuliskan ‘Kawal Konstitusi Kawal NKRI’. Ada juga spanduk yang bertuliskan ‘Apapun yang Terjadi Kami dengan Anda Pakde’.

Baca juga: Ketika polisi Joget Bareng Sebelum Massa Buruh Unjuk Rasa Menjelang Parlemen Berakhir

Jumlah yang relatif kecil dari peserta. Hanya puluhan, bukan ratusan orang di lokasi. Berbeda dengan pernyataan penanggung jawab Gerakan Peduli Bangsa Oscar Pendong yang mengatakan aksi akan diikuti oleh dua hingga tiga ribu orang.

“Estimasi Kurang Lebih 2 ribu sampai dengan 3 ribu orang. Bisa lebih bisa kurang, kata Oscar.

Peserta aksi menuntut agar Jokowi-Ma’ruf tetap diresmikan pada tanggal 20 Oktober. Orator menyebutkan tindakan yang diambil sejak pekan lalu dan ingin menggagalkan pelantikan merupakan hasil hasutan oleh beberapa pihak.

Baca Juga :  Pasca Umumkan Pensiun, Jorge Lorenzo Liburan ke Bali

“Seharusnya tidak ada upaya untuk menggagalkan pelantikan presiden sejak pemilihan terpilih adalah hasil dari konstitusi. Jangan sampai ada hasutan untuk masyarakat,” kata seseorang menggunakan pengeras suara.

Orator dan meminta semua pihak mengawal-Ma’ruf pelantikan Jokowi pada tanggal 20 Oktober. Ia menegaskan bahwa pelantikan merupakan amanat konstitusi. Oleh karena itu, semua pihak harus menghormati dan perlu dilaksanakan dengan baik pendamping.

Kerusuhan hanya dibuat oleh unsur-unsur yang tidak bermoral tertentu. Kami mengundang masyarakat Indonesia dan Jakarta menjaga NKRI, Jokowi-Ma’ruf konstitusi untuk menyelesaikan tugas lima tahun ke depan, “kata orator alih komando mobil.

“Kita perlu perdamaian bukan kekerasan. Kami ingin Indonesia damai. Kami mengundang orang menjaga konstitusi. Pada 20 Oktober tetap pelantikan presiden,” lanjutnya.

Peserta dari rencana aksi pada long march menuju Patung Kuda dan kemudian kembali ke Taman Aspirasi. Selama peserta aksi menanti kehadiran orang lain, orator terus berbicara menggunakan speaker.

Baca juga: Lukisan Banksy Berjudul Devolved Parliament Laku Terjual Seharga Rp172 miliar

Baca Juga :  AS Berencana Mengubur Jenazah Pemimpin ISIS (Abu Bakr al-Baghdadi) di Laut

Dia menyinggung pihak-pihak yang membenci polisi. Terutama terkait dengan keamanan serangkaian protes menyebabkan kerusuhan di sekitar Gedung DPR, Jakarta, sejak pekan lalu.

“Jika ada kelompok orang membenci militer dan polisi tuh kelompok pengecut. Jika ada kelompok, silakan turun ke jalan-jalan, berurusan dengan militer,” kata orator.