29 Januari 2023

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Pesawat Terbang Mandala

Pesawat Mandala Air Meledak, 149 Orang Tewas Termasuk Gubernur Sumatera Utara

cnndaily.net, Bandung – Hari ini, tepatnya 14 tahun yang lalu, pesawat Mandala Air yang membawa nomor penerbangan RI-091 mengalami kecelakaan Senin pagi, 5 September 2005.

Boeing 737-200 jatuh dan meledak di Jalan Jamin Ginting, daerah Padang Bulan, di kota Medan, Sumatera Utara, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Polonia pada pukul 10:06.

“Awalnya, pesawat itu menderu kencang untuk sesaat, tiba-tiba, ada ledakan keras dari arah bandara, dan aku tidak punya waktu untuk memikirkan apa yang terjadi. melihat badan pesawat Mandala yang terbakar meluncur tiba-tiba dari landasan dan jatuh ke sisi kanan lintasan, Jalan Jamin Ginting, “kata warga Ana Boru Tarigan.

Dia melanjutkan, serpihan disertai dengan bunga api beterbangan di mana-mana dan tersebar di Jalan Jamin Ginting, sekitar 100 meter dari pasar pagi Padang Bulan.

Alhasil, tak hanya penumpang dan awak pesawat yang juga menjadi korban, warga yang berada di lokasi juga tewas di lokasi. Para korban adalah penghuni rumah, pemilik kios, tukang becak dan pejalan kaki. Insiden ini menewaskan 149 orang, termasuk penumpang dan awak, dan 50 warga di lokasi kejadian. Sementara 18 penumpang dinyatakan selamat.

Baca Juga :  Keluarga Inses di Sukabumi: Ibu Bersetubuh dengan 2 Putranya, Kakak Cabuli Adik Tiri

Di antara penumpang yang meninggal, gubernur Sumatera Utara yang sedang bertugas saat itu juga terdaftar , Tengku Rizal Nurdin juga menjadi korban. Tengku Rizal awalnya akan berpartisipasi dalam pertemuan gubernur dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca juga: Alasan ASMR Video Vanessa Angel Sighs Make You Horny

Selain Tengku Rizal, ada juga dua anggota Dewan Perwakilan Daerah Sumatera Utara, Abdul Halim Harahap dan Raja Inal Siregar, mantan Gubernur Sumatera dari 1988 hingga 1998.

Sebagai penghormatan, setelah makan malam, Presiden SBY mengundang semua peserta ke pertemuan untuk diam, mengingat semangat para korban kecelakaan pesawat Mandala Air, khususnya Rizal Nurdin.

Pada saat mengheningkan cipta, kursi yang semula disiapkan oleh gubernur Sumatera Utara tetap kosong di sebelah kanan presiden, setelah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Koordinator Kesejatheraan Rakyat,Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Pendidikan Nasional dan Sumber daya alam. Badan Usaha Milik Negara yang dimiliki oleh negara dan komandan TNI. Presiden saat itu menyebut Rizal Nurdin sebagai salah satu putra dan teman terbaik bangsa sebagai bagian dari tugas negara.

Baca Juga :  Pukul Mundur Massa Pendemo, Polisi Amankan 30 Orang

Kronologi peristiwa
Pesawat penumpang penuh tidak lepas landas. Pesawat tiba-tiba meledak, menabrak dan menabrak apa yang ada di depannya.

Setelah itu, badan pesawat pecah di area perumahan di ujung landasan. Kejadian ini kemudian menyebabkan sayap kiri pesawat menyentuh toko kelontong di dekat bandara Polonia. Itu membuat tiga orang yang ada di toko kelontong menyeret pesawat sayap pesawat.

Baca juga: Unggah Foto Nungging Bareng Pacar Cantik, Lucinta Luna Aku Hamil Baby Annabelle 3 Bulan

Pesawat berhenti hanya setelah menabrak tiang listrik di Jalan Jamin Ginting. Kemudian pesawat mengalami ledakan dengan tubuh yang patah menjadi dua. Ekor pesawat terjebak pada tiang listrik, sementara bagian depan terus bergerak maju dan mengalahkan lima rumah di sekitarnya.

Bagian depan unit terbakar, yang juga membakar lima toko di sekitarnya.