18 Mei 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Pertumbuhan Ekonomi

Walau Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lambat Tetapi Tak Separah Negara Lain

cnndaily.net, Riau – IMF baru saja merilis laporan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan merosot dari 3,5 persen menjadi 3 persen saja. Prediksi ekonomi Indonesia pun ikut turun dari 5,2 persen menjadi 5 persen saja.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir berkata fenomena ini memang sedang terjadi di berbagai negara akibat dampak perang dagang. Penurunan ekonomi Indonesia juga dinilai tak terlalu parah dibanding negara lain.

“India yang tadinya (pertumbuhan ekonomi) sampai 9 persen, sekarang sama kayak kita 5 persen. Turun jadi 8 persen, sekarang dia 5 persen. Jadi in term of penurunan, kita enggak signifikan,” ujar Iskandar pada Rabu (16/10/2019) di Jakarta.

Baca juga: Usia 45 tahun, Sajikan Kuliner Makanan Khas Indonesia

Perlambatan ekonomi global memang membuat ekspor berkurang, tetapi impor pun menurun. Iskandar pun menyebut konsumsi domestik bisa menjadi tameng terhadap perlambatan ekonomi global sehingga pertumbuhan ekonomi tak anjlok ke bawah 5 persen.

“Sepanjang kita bisa mempertahankan domestic demand, kita paling apes skenario terburuk di 5 persen, tapi masih bisa kita mencapai 5,1. Pesimisnya 5.0,” jelas Iskandar.

Baca Juga :  Pembunuhan Buruh Bangunan di Rusunawa UIM Dipicu Dendam

CNBC melaporkan Pemangkasan prediksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF adalah yang terendah sejak krisis finansial satu dekafe lalu. Apabila ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China tidak kunjung reda, maka pertumbuhan ekonomi global bisa makin buruk.

Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Melambat
Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik melambat dari 6,3 persen pada 2018 menjadi 5,8 persen pada 2019. Perlambatan ini juga akan berlanjut menjadi 5,7 persen pada 2020 dan 5,6 persen pada 2021.

Menurut laporan Weathering Growing Risk (laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2019), melemahnya permintaan global dan meningkatkan tensi perang dagang AS dengan China menyebabkan penurunan ekspor dan pertumbuhan investasi di negara berkembang.

“Ketika perusahaan mencari cara menghindari tarif (impor), akan sulit bagi negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik untuk menggantikan peran Tiongkok dalam rantai produksi global dalam jangka pendek karena infrastruktur yang belum memadai dan skala produksi yang kecil,” ujar Andrew Mason, Ekonom Utama Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik dalam telekonferensi dari Bank Dunia Bangkok, Kamis (10/10/2019).

Baca Juga :  Konsumsi BBM Solar Anjlok 71 Persen pada Lebaran

Di Indonesia sendiri, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melambat dari 5,2 persen pada 2018 menjadi 5,0 persen pada 2019, namun meningkat menjadi 5,1 persen pada 2020 dan 5,2 persen pada 2021.

Baca juga: Mewah Banget, Kartu Debit Ini Terbuat dari Emas 18 Karat

Sementara, pertumbuhan konsumsi dilaporkan stabil meski lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan di sektor pariwisata, real estate dan ekstraktif juga stabil untuk negara-negara yang lebih kecil di kawasan ini.

Kemudian di beberapa negara, tingkat utang yang tinggi juga turut berpengaruh terhadap kebijakan. Perubahan yang mendadak berdampak pada meningkatnya biaya pinjaman yang akhirnya menekan pertumbuhan kredit dan investasi.

Rekomendasi Bank Dunia
Bank Dunia merekomendasikan agar negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik untuk memaksimalkan kebijakan fiskal dan moneter guna merangsang pertumbuhan ekonomi sambil menjaga kesinambungan fiskal dan utang.

Serta, tetap mempertahankan keterbukaan perdagangan dan memperdalam integrasi perdagangan regional.

Tak lupa, peluang yang tercipta dari ketegangan perang dagang dapat dimanfaatkan dengan melakukan reformasi ekonomi termasuk regulasi yang meningkatkan iklim perdagangan dan investasi.

Baca Juga :  Memakai obat, Komplotan Pembalakan Liar dan pencuri motor Ditangkap