11 Mei 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Kadiv Humas Polri : 1.168 Personel TNI-Polri Kawal Distribusi Vaksin Corona

CNNdaily – Jakarta, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, sebanyak 1.168 personel TNI-Polri ikut membantu mengamankan proses distribusi vaksin covid-19 Sinovac.

Salah satu proses pengamanan dilakukan saat proses distribusi vaksin dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng menuju kantor pusat Bio Farma di Bandung, Minggu (6/12).

“Ada 1.168 personel TNI-Polri yang melakukan pengawalan maupun pengamanan. Dari Mabes Polri, Polda Metro, Polda Jabar, dan dari TNI. Tentunya Mabes 238 personel, Polda Metro 152, Polda Jabar 530 personel, dan TNI 248 personel,” kata Argo dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal Kemkominfo TV di Youtube, Selasa (8/12).

Proses pengamanan

Argo mengatakan, proses pengamanan juga dilakukan dengan protokol kesehatan. Menurutnya, enam sopir truk yang membawa vaksin melakukan rapid test terlebih dulu.

“Setelah dites dan dinyatakan non-reaktif, boleh diberangkatkan,” ujarnya.

Argo menambahkan, selain pengamanan dan pengawalan distribusi dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandung, pengamanan juga dilakukan di Kantor Pusat Bio Farma di Kota Bandung, Jawa Barat.

“TNI Polri mengamankan objek tersebut. Diharapkan pekerja dan karyawan di sana bisa bekerja dengan baik untuk melaksanakan kegiatan,” tuturnya.

Baca Juga :  Vaksin COVID-19 dari Sinovac Biotech, China Bakal Uji Klinis Tahap Ketiga

“Kita berikan rasa aman kepada para kerja di Bio Farma, sehingga apa yang direncanakan pemerintah dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar,” kata Argo menambahkan.

Sebelumnya, 1,2 juta dosis vaksin virus corona buatan Sinovac tiba di Indonesia. Vaksin tersebut langsung dibawa menuju Kantor Pusat Bio Farma.

Vaksin kemudian dipindahkan dari Envirotainer untuk disimpan di cool room atau ruang pendingin dengan suhu 2-8 derajat celcius. Ruangan tersebut telah disterilisasi dan disiapkan khusus untuk menyimpan vaksin Covid-19.

Tidak semua gratis

Pemerintah telah mendatangkan vaksin corona ke dalam negeri. Namun, tidak semua vaksin diberikan secara cuma-cuma alias gratis kepada masyarakat.

Menteri BUMN Erick Thohir beberapa kali menjelaskan terdapat  usulan 2 jenis vaksin covid-19. Meliputi, vaksin gratis yang merupakan bantuan pemerintah dan vaksin mandiri.

Personel TNI-Polri

Rinciannya, vaksin gratis diberikan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat golongan kurang mampu sesuai data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Sementara, vaksin mandiri ditujukan bagi kelompok masyarakat mampu.

Erick yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua IV dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), menjelaskan alasan tidak semua vaksin covid-19 diberikan gratis lantaran mempertimbangkan kondisi keuangan negara.

Baca Juga :  Rian Maling Apes Tapi Lucu, Jual Motor Hasil Curian ke Pemilik Aslinya

Ia mengatakan APBN sudah terkuras untuk penanganan dampak covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Dalam hal ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp695,2 triliun.

Menurutnya, dalam kondisi pandemi covid-19 ini suka tidak suka, semua elemen harus gotong royong, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga kalangan pengusaha.

“Kami sangat mengharapkan masyarakat yang memiliki uang bisa membantu keuangan negara dengan melakukan vaksinasi mandiri alias tidak gratis,” kata Erick dalam orasi ilmiah di Universitas Padjadjaran, Jumat (11/9) lalu.