18 Mei 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Penyebab Tewasnya Siswa SMP di Palangkaraya Akhirnya Terungkap

Palangkaraya, CNNDaily.net – Penyebab tewasnya siswa SMP asal Palangkaraya, Eko (15), akhirnya terungkap oleh pihak kepolisian. Eko tewas ditusuk oleh ayah kandungnya sendiri bernama Mardi (45) hanya karena korban berebut makanan dengan adiknya.

Sebelumnya, sang ayah Mardi mengaku bahwa anaknya Eko tewas tertusuk oleh pisau yang tidak sengaja dilemparkan dan mengenai tubuh anaknya itu di lokasi Eko terjatuh.

Baca juga: Razia di Abepura dan Waena, Polda Papua Amankan 45 Senjata Tajam

“Berdasarkan hasil otopsi dan keterangan yang didapatkan, ahirnya sang ayah mengakui semua perbuatan kejamnya itu yang membuat nyawa anaknya Eko hingga tewas.”Ujar Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar saat pengungkapan kasus di Mapolres Palangkaraya, Minggu 1 September.

AKBP Timbul Siregar mengatakan bahwa adik korban juga melihat kejadian saat ayahnya menusuk korban menggunakan pisau yang biasa ayahnya gunkanan untuk mengupas jagung. Tetapi ayah korban tetap tidak mau mengakui perbuatan dan megatakan tidak sengaja.

Ayah korban megaku sangat kesal kepada korban karena tidak mau mengalah kepada sang adik yang meminta jajanan milih korban. Sehingga pada saat korban dan adiknya berkelahi ayah korban langsung melemparkan pisau tepat pada bagian dada kiri si korban yang menyebabkan korban meninggat .

Baca Juga :  Prabowo Penuhi Janji Jokowi, Tunjangan Kinerja Prajurit TNI Naik 80%

Melihat anaknya mengerang kesakitan, Mardi sempat berusaha membawanya ke Rumah Sakit kelampangan. Tetapi, setibanya di rumah sakit korban sudah tidak bisa diselamatkan dan akhirnya meninggal.

Pihak keluarga sempat menutupi kasus ini tetapi polisi tetap membawa korban untuk dilakukan otopsi untuk mengetahui lebih jelas sebabnya dan meminta sejumlah keterangan dari keluarga dan sang ayah.

Dari semua keterangan yang didapatkan pihak kepolisian, Eko tewas saat dikejar adiknya di halaman rumah karena tidak mau memberikan roti sehingga korban jatuh terpeleset.

Baca juga: Jokowi dan Raja Malaysia Bahas Kerja Sama Pertamina-Petronas

Nahas, di lokasi jatuhnya korban terdapat pisau hingga akhirnya menghujam dada kiri korban dan mewaskan korban di tempat. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun korban tidak tertolong lagi.

Hingga saat ini polisi sudah menetapkan ayah korban Mardi sebagai tersangka pembunuhan anaknya. Tersangka diacam dengan hukuman selama 20 tahun penjara atau hukuman mati.