26 September 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Jokowi Minta Kampanye Penggunaan Masker Digencarkan Selama 2 Pekan

CNNdaily – Jakarta, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya mengkampanyekan penggunaan masker dalam waktu dua pekan ke depan. Langkah itu diambil lantaran masih banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Nantinya kampanye penggunaan masker akan dilanjut dengan kampanye jaga jarak. Tentu agar masyarakat benar-benar mengingat bahaya penularan virus corona (Covid-19).

“Saya ingin fokus saja, mungkin dalam dua minggu kita fokus kampanye pakai masker. Nanti dua minggu berikut kampanye mengenai jaga jarak. Tidak dicampur langsung urusan cuci tangan, jaga jarak, pakai masker,” ujar Jokowi saat memberikan pengarahan dalam rapat terbatas tentang Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (3/8).

Jokowi ingin kampanye penggunaan masker dan jaga jarak dilakukan secara bergantian agar lebih mudah dipahami masyarakat. Sebab, menurutnya, kepatuhan protokol kesehatan lebih banyak diabaikan masyarakat kelas bawah.

“Kalau (kampanye) barengan untuk menengah atas mungkin bisa ditangkap cepat. Tapi yang di bawah ini memerlukan satu per satu,” katanya.

Pengunaan Masker

Libatkan organisasi PKK

Jokowi juga berencana melibatkan organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan koordinasi di bawah istri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Mantan wali kota Solo ini yakin kelompok ibu-ibu yang tergabung dalam PKK akan lebih efektif mengkampanyekan penggunaan masker.

Baca Juga :  Imam Nahrawi Urusan mundur dari Dewan Menteri

“Kalau ibu-ibu siap, PKK ini efektif untuk door to door urusan masker. Urusan perubahan perilaku harus betul-betul kita lakukan dengan komunikasi di TV, medsos, dan lain-lain secara masif dalam dua minggu ini dengan cara yang berbeda,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Jokowi juga mengungkapkan kekhawatiran masyarakat yang semakin tinggi dengan Covid-19 beberapa waktu belakangan. Namun, ia tidak mengetahui pasti apa penyebabnya.

Jokowi menduga kekhawatiran itu muncul karena kasus semakin banyak atau ketidakpatuhan masyarakat lainnya terhadap protokol kesehatan yang semakin tinggi.

Jumlah kasus positif virus Covid-19 di Indonesia secara kumulatif per Minggu (2/8) diketahui mencapai 111.455 orang. Dari jumlah kasus positif tersebut, sebanyak 68.975 dinyatakan sembuh dan 5.236 orang lainnya meninggal dunia.