21 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Pemko Medan Atasi Menjamurnya Permainan Online Melalui Festival Layang-Layang

CnnDaily.net, MEDAN Festival layang-layang diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan untuk mengunjungi kota Medan. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan kebiasaan dan kearifan lokal yang memiliki makna besar dan mampu menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara mereka sebagai perwujudan bahwa penduduk kota Medan dapat berbaur, bersatu dan bersama dalam segala hal. .

Harapan tersebut disampaikan oleh walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH yang diwakili oleh Kepala Kantor Pariwisata Agus Suriono di Festival Layang-layang Danau Si Si 2019 di Jalan Kota Cina, Desa Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, pada hari Minggu (08/09/2019). Tujuan festival ini adalah untuk menghidupkan kembali dan menghidupkan kembali permainan tradisional yang sarat dengan nilai persatuan di tengah maraknya permainan online yang bertambah banyak hari ini.

“Kami (Pemko Medan) tentu saja menyambut kegiatan ini secara positif. Selain itu, tujuan mereka adalah untuk mendidik kembali dan menanamkan kecintaan kami pada budaya lokal yang telah kami kenal dan miliki sejak lama. Selain itu, ini juga merupakan sarana untuk memperkenalkan keberadaan Danau Siombak menjadi sebuah tempat wisata bagi warga yang datang ke sini, “kata Agus.

Baca Juga :  5 Danau yang paling Cantik di Jalur Pendakian Gunung Semeru

Baca Juga : Disuruh Berhenti Main PUBG Mobile, Remaja 17 Tahun Ini Malah Bunuh Diri

Festival, di mana ratusan peserta berpartisipasi dalam menunjukkan berbagai model komet seperti sari bulan, tanduk dan paha ayam, mengesankan Agus. Karena ia menganggap tidak mudah membuat layang-layang dengan model seperti itu, sehingga dibutuhkan kreativitas yang luar biasa dari pabrikan.

“Mungkin kita melihat ini sebagai sesuatu yang sederhana. Namun, jika dilihat, tidak mudah untuk membuat dan membuat layang-layang ini sehingga memiliki bentuk yang unik dan beragam. Oleh karena itu, untuk para peserta yang berpartisipasi dalam festival ini, kami menegaskan untuk bahagia dan bangga karena mereka masih memperhatikan dan tertarik pada permainan tradisional ini, “katanya.

Agus berharap festival ini akan menjadi rutinitas tahunan sehingga dapat dimasukkan dalam kalender acara di kota Medan sebagai upaya menarik minat wisatawan untuk berkunjung. “Kepada semua pihak terkait yang telah memprakarsai dan berhasil dalam kegiatan ini, kami ucapkan terima kasih. Semoga ini dapat menjadi kontribusi bersama untuk meningkatkan dan memajukan Kota Medan, khususnya di sektor pariwisata,” harapnya.

Baca Juga :  Hore, Bakal Ada Akses Tol Baru Menuju Gunung Bromo

Baca Juga : Lima Tempat Wisata Kuliner Nikmat dan Murah di Balikpapan

Festival layang-layang yang berlangsung di sekitar kawasan Danau Siombak juga tidak jauh dari Situs Museum Kota Cina di Kabupaten Medan Marelan. Selain kompetisi layang-layang, kegiatan ini juga penuh dengan lokakarya untuk layang-layang, pameran, karnaval, dan bazaar kuliner Malaysia. Nantinya, sang juara akan menerima uang pelatihan, piala, dan sertifikat sebagai bentuk ucapan terima kasih. (KU)