1 Maret 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Masyarakat Protes, Cho Doo-soon Pemerkosa Anak di Korsel Dibebaskan dari Penjara

CNNdaily – Jakarta,  Seorang pemerkosa anak paling terkenal di Korea Selatan, Cho Doo-soon, telah dibebaskan dari penjara pada Sabtu (12/12). Pembebasan dilakukan di tengah protes keras masyarakat atas pembebasan tersebut.

Dilansir kantor berita Yonhap, Cho meninggalkan fasilitas pemasyarakatan di Seoul selatan pada Sabtu (12/12) dan kembali ke rumahnya di Ansan dengan dikawal oleh petugas masa percobaan.

Menanggapi pembebasan tersebut, sekitar 150 orang yang marah menunggu kemunculan Cho di dekat rumahnya. Ketika dia tiba, massa kemudian melemparkan telur ke arah Cho dan meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan agar dia dieksekusi atau diusir dari kota.

Dengan mengenakan topi dan masker, Cho yang berambut abu-abu bungkam saat dimintai komentar oleh wartawan.

Cho menjalani hukuman selama 12 tahun karena menculik dan memperkosa seorang anak perempuan berusia 8 tahun di kamar mandi gereja di Ansan, 42 kilometer barat daya Seoul pada Desember 2008.

pemerkosa anak

Masyarakat Protes

Masyarakat Korsel memprotes hukuman tersebut karena dianggap terlalu lunak untuk kejahatan seksual mengerikan yang menimpa anak di bawah umur.

Baca Juga :  PSBB Bodebek Disetujui Menkes, Ridwan Kamil: Rabu atau Kamis Dimulai

Para pejabat setempat mengatakan bahwa Cho mengakui kesalahannya dan dia akan merenungkan kembali tindakannya. Meski bebas, Cho tetap berada dalam pemantauan pemerintah menggunakan teknologi GPS.

Sementara itu, ayah korban, dalam wawancara via telepon dengan kantor berita Yonhap, mengungkapkan kemarahannya atas pembebasan Cho.

“Tempat Cho pindah adalah lingkungan perumahan dengan sekolah dan taman kanak-kanak di dekatnya. Jika Cho benar-benar mengingat kembali sikapnya, setidaknya sedikit, tidak masuk akal bahwa dia akan memutuskan untuk pindah ke sana,” kata ayah korban yang berbicara secara anonim.

Di tengah kekhawatiran publik tentang potensi kriminal yang dapat muncul dari Cho, polisi mengatakan pihaknya akan memantau Cho sepanjang waktu. Mereka telah memasang 15 CCTV baru dan pemerintah kota telah menaikkan tingkat kecerahan 30 lampu jalan di lingkungan tersebut.

Atas perhatian publik terhadap pembebasan Cho, partai yang berkuasa dan pemerintah Korsel telah mengusulkan program segregasi maksimal 10 tahun pasca-penjara bagi para penjahat yang dihukum karena kejahatan brutal.