30 Oktober 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Pemerintah RI Khawatir Rencana Inggris Terapkan Uji Tuntas

CNNdaily – Jakarta, Pemerintah RI khawatir terhadap rencana Inggris memberlakukan uji tuntas (due diligence) terhadap beberapa komoditas pertanian Indonesia seperti kelapa sawit, kopi, kayu, dan produk kayu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut pemberlakuan uji tuntas berpotensi menghambat kerja sama perdagangan bilateral kedua negara. Pasalnya, kebijakan itu bisa menjadi hambatan nontarif ekspor Indonesia ke Inggris.

“Untuk kerja sama perdagangan, saya menyampaikan kekhawatiran Indonesia terhadap rencana Inggris memberlakukan tindakan due diligence untuk beberapa komoditas pertanian, termasuk kelapa sawit, kopi, kayu dan produk kayu,” katanya pada press briefing daring pada Rabu (14/10) malam.

Oleh karena itu, Retno menyarankan pemerintah kedua negara untuk duduk dan membahas kemungkinan untuk menyetujui pengakuan bersama (mutual recognition) dari kebijakan yang telah dimiliki masing-masing negara.

Hal ini dinilainya tak hanya berguna untuk menjaga bilateral kedua negara, namun juga menjaga keberlangsungan rantai pasokan (supply chain sustainability).

Sambut Investor Inggris

Dalam kesempatan sama, dia menyebut pemerintah menyambut baik minat beberapa investor Inggris di bidang energi terbarukan (renewable energy). Retno mencontohkan perusahaan energi asal Inggris Aggreko yang merencanakan operasinya di Indonesia. Dari suplai gas dan diesel ke suplai solar PVs.

Baca Juga :  5 Petugas Lapas Dinonaktifkan Karena WN China Terpidana Mati Kabur

“Orbital Marine Power yang merencanakan membangun proyek ‘tidal turbine‘ yang akan memproduksi energi 10 MW di wilayah timur Indonesia,” terangnya.

Selain itu, Retno juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersama dengan Kementerian BUMN membahas kemungkinan kerja sama pengembangan vaksin covid-19. Antara Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI) dengan PT Bio Farma (Persero).

 Uji Tuntas

Dia mengaku CEPI menyambut baik keinginan Indonesia untuk melakukan kerja sama strategis jangka panjang. Seperti dalam pengembangan berbagai platform teknologi rapid vaccine dan juga melakukan riset dan pengembangan inovasi vaksin berpotensi epidemi/pandemi.

“Sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap upaya multilateral untuk menjamin akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau, maka selama pertemuan dengan CEPI, Indonesia telah menyampaikan keinginannya untuk menjadi bagian dari CEPI Investors Council,” tutup Retno.