13 Juni 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

bbet

Prancis Tegaskan Tak Ada Bukti Virus Corona Berasal dari Lab Wuhan

CNNdaily – Paris, Pemerintah Prancis tegaskan bahwa sejauh ini tak ada bukti kaitan antara virus Corona dengan aktivitas laboratorium riset P4 di kota Wuhan, China, tempat berawalnya virus mematikan itu.

“Kami ingin memperjelas bahwa sampai hari ini tidak ada bukti faktual yang menguatkan informasi yang baru-baru ini beredar di pers Amerika Serikat yang menyebutkan adanya kaitan antara asal-usul COVID-19 dan pekerjaan laboratorium P4 Wuhan, China,” kata seorang pejabat di kantor Presiden Emmanuel Macron, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (18/4/2020).

Saat ini, konsensus ilmiah secara luas menyatakan bahwa SARS-CoV-2, nama resmi untuk virus Corona, berasal dari kelelawar.

Pada tahun 2004, pemerintah Prancis menandatangani kesepakatan dengan China untuk mendirikan sebuah laboratorium penelitian penyakit-penyakit infeksi dengan level keselamatan biologi 4, level tertinggi di Wuhan. Informasi ini berdasarkan dekrit Prancis yang diteken oleh menteri luar negeri Prancis saat itu, Michel Barnier.

Keberadaan lab tersebut ramai dibahas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (15/4) lalu, mengatakan bahwa pemerintahnya tengah menyelidiki apakah virus Corona berasal dari lab di Wuhan tersebut.

Baca Juga :  Warga Usia Bawah 45 Tahun Boleh Kembali Beraktivitas untuk Tekan PHK

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahkan menegaskan bahwa pemerintah China harus terbuka mengenai apa yang mereka tahu tentang virus berbahaya tersebut.

prancis

Sebelumnya pada Februari lalu, pihak Institut Virologi Wuhan yang didukung pemerintah China, membantah rumor bahwa virus Corona kemungkinan telah disintesis secara buatan di salah satu laboratoriumnya atau mungkin bocor dari laboratorium.

Spanyol perpanjang masa Lockdown

Perdana Menteri Spanyol mengumumkan perpanjangan lockdown nasional hingga 9 Mei 2020. Spanyol kini menjadi salah satu negara yang paling terdampak akibat virus Corona.

Dilansir dari AFP, Sabtu (18/4/2020), aturan pembatasan akan sedikit dilonggarkan untuk memungkinkan anak-anak punya waktu di luar rumah. Aturan itu akan dimulai pada 27 April 2020 mendatang.

“Kami telah melakukan bagian tersulit dengan tanggung jawab dan disiplin sosial… Kami telah meninggalkan momen paling ekstrem di belakang kami,” kata Sanchez.

Spanyol sebelumnya telah menerapkan lockdown nasional sejak 14 Maret 2020. Negara itu kini mencatat angka kematian akibat Corona mencapai 20.043 kasus.