16 Januari 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Polri Telah Patroli Siber Ajakan Sweeping Produk Prancis di Sosial Media

CNNdaily – Jakarta,  Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, pihaknya melakukan patroli siber di sosial media, untuk memantau ada pihak-pihak yang mengajak sweeping produk Prancis.

Menurut dia, ini dilakukan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dari tindak provokatif yang berpotensi menimbulkan aksi anarkis.

“Ya (patroli siber),” tutur Argo saat dikonfirmasi, Jumat (6/11/2020).

Meski melakukan patroli siber, Polri belum merinci temuan kasus ajakan sweeping produk Prancis di sosial media. Meski begitu, polisi tetap melakukan antisipasi.

“Masih dipatroli,” kata Argo.

Jangan Melanggar Hukum

Sebelumnya, polisi telah meminta masyarakat dapat bijaksana dalam menerima informasi di sosial media terkait ajakan penyisiran atau sweeping produk Prancis. Jangan sampai terjadi aksi yang melanggar hukum.

“Polri mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan terpengaruh terkait ajakan sweeping di media sosial. Ini negara hukum, kita juga harus patuh dan taat kepada hukum, jangan sampai main hakim sendiri, berbuat anarkis, tentu itu tidak diperkenankan hukum,” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2020).

Baca Juga :  KPAI Cocok Disebut Komisi Penghancur Impian Anak Indonesia

Menurut Awi, pihaknya akan melakukan deteksi dini dan pemetaan terkait wilayah yang disinyalir rawan aksi sweeping anarkis.

“Polri akan bersinergi dengan Dandim, satuan pengamanan dan pengelola pertokoan, mall, melakukan penjagaan pengamanan etalase yamg diperkirakan akan menjadi sasaran sweeping,” jelas dia.

Yang jelas, Polri akan melakukan penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku bagi para pelaku sweeping anarkis.

“Kalau sampai terjadi, tentunya Polri akan mengambil langkah-langkah yang tegas untuk menegakkan hukum tersebut,” Awi menandaskan.

Sweeping ormas

Marketing Director PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Wiwiek Yusuf menanggapi sweeping sejumlah organisasi massa atau ormas di minimarket milik perusahaan baru-baru ini. Wiwiek mengatakan perseroan akan mengikuti arahan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo).

“Mereka mewakili retailer terus berkomunikasi dan berkoordinasi dng pejabat terkait  dan pihak kepolisian,” kata Wiwiek saat dihubungi pada Kamis, 5 November 2020.

Wiwiek menyebut, manajemen juga akan bertindak sesuai dengan kondisi masing-masing gerai. “Itu sangat situasional,” ucapnya.

Sweeping belakangan marak dilakukan lantaran sejumlah umat Islam sebelumnya keberatan dengan ungkapan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait insiden karikatur Nabi Muhammad SAW. Peristiwa tersebut bermula saat seorang guru tewas dipenggal lantaran menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dalam sebuah kelas.

Baca Juga :  Beijing Darurat Corona, Gelombang Kedua COVID-19 Membayangi China

Patroli Siber

Marketing Director PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Wiwiek Yusuf menanggapi sweeping sejumlah organisasi massa atau ormas di minimarket milik perusahaan baru-baru ini. Wiwiek mengatakan perseroan akan mengikuti arahan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo).

“Mereka mewakili retailer terus berkomunikasi dan berkoordinasi dng pejabat terkait  dan pihak kepolisian,” kata Wiwiek saat dihubungi pada Kamis, 5 November 2020.

Wiwiek menyebut, manajemen juga akan bertindak sesuai dengan kondisi masing-masing gerai. “Itu sangat situasional,” ucapnya.

Sweeping belakangan marak dilakukan lantaran sejumlah umat Islam sebelumnya keberatan dengan ungkapan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait insiden karikatur Nabi Muhammad SAW. Peristiwa tersebut bermula saat seorang guru tewas dipenggal lantaran menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dalam sebuah kelas.