15 Januari 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

zonakasino

Mentri BUMN : Penerapan New Normal Butuh Waktu 4 Bulan

CNNdaily – Jakarta, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, penerapan New Normal dalam kehidupan di tengah pandemi Corona tidak bisa langsung dilakukan begitu saja.

Bahkan jika dikira-kira, mungkin saja New Normal baru berjalan dengan optimal dalam kurun waktu 4 hingga 5 bulan mendatang. Hal ini dikarenakan kebiasaan masyarakat juga turut berubah dan memerlukan waktu untuk beradaptasi.

“New normal ini akan butuh waktu 4 hingga 5 bulan ke depan, jadi nggak langsung jadi karena ini merubah habbit (kebiasaan) masyarakat,” ujar Erick Selasa (26/5/2020).

Erick melanjutkan, penerapan New Normal versi BUMN cenderung lebih melebar. Seluruh kegiatan yang dilakukan kemarin dan hari ini tidak akan sama saat New Normal diterapkan nanti.

Misalnya di lingkungan BUMN pertambangan, sistem pelaporannya akan dicoba dengan menerapkan jaga jarak plus memanfaatkan teknologi.

Namun, ada juga beberapa BUMN yang tidak bisa ‘dilepas’ dengan penerapan bekerja dengan jarak, misalnya di bandara (lingkungan BUMN pengelola bandara).

Dengan demikian, penerapan New Normal ini juga harus dilakukan dengan sistem trial dan error karena tidak mungkin langsung sempurna dan cocok di masyarakat.

Baca Juga :  Harga Masker melonjak Hingga Rp.1,5juta, setelah Pernyataan Presiden Tentang virus Corona
New Normal

“Struktur yang ada di sistem kita juga akan berubah, ini harus trial dan error. Kan nggak ada yang sempurna. Yang namanya protokol harus diuji coba dulu, mana yang bagus, mana yang kurang. Ini memang nggak mudah dijabarkan tapi harus dilakukan,” jelas Erick.

Erik Thohir juga menyatakan ada sebanyak 86 persen BUMN siap melaksanakan protokol New Normal dalam lingkup kerjanya masing-masing.

Dari hasil mapping, jelas Erick, memang masih ada beberapa BUMN yang belum mempersiapkan protokol ini. Oleh karenanya, pihaknya saat ini tengah mendorong BUMN yang belum siap untuk segera merampungkan protokol tersebut.

“Dari hasil mapping kita 86 persen BUMN siap, nah, ini menarik, karena ada yang nggak siap, nah yang nggak siap ini kita bantu supaya nggak bikin blunder di lapangan,” ujar Erick dalam acara Silaturahome Liputan6.com, Selasa (26/5/2020).

Lebih lanjut, Erick juga bilang bahwa penerapan kebijakan di tengah pandemi ini memang tidak bisa dengan mudah dibuat karena harus mempertimbangkan beberapa aspek, misalnya saja tenggat waktu PSBB. Setiap daerah memiliki tenggat waktu PSBB yang berbeda sehingga kebijakan yang diputuskan harus siap sebelum PSBB dilonggarkan.

Baca Juga :  Cara Efektif Turunkan Berat Badan dengan Kopi Hijau

“Makanya kemarin kita keluarkan surat edaran, bukan berarti tanggal 25 kita nggak libur Lebaran. Itu karena supaya kalau tiba-tiba tanggal 26 nya ada pelonggaran, BUMN nggak bingung,” jelas Erick.

Erick juga menggaris bawahi, pandemi Corona membuat arus kebiasaan berubah, begitu juga dalam bidang ekonomi. Oleh karenanya, BUMN juga harus berubah dan menyesuaikan serta berusaha menjalankan roda ekonomi tanpa melupakan penerapan protokol kesehatan.