16 September 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Vietnam Sedang Kembangkan Nanogen, Vaksin Covid-19 Buatan Lokal

CNNdaily – Jakarta, Vietnam mengungkapkan rencana untuk menjual vaksin virus corona Nanogen Nanocovax yang dikembangkan secara mandiri. Lebih dari 300 staf perusahaan bioteknologi farmasi Nanogen yang berbasis di Ho Chi Minh City bekerja lembur selama lebih dari enam bulan untuk mengembangkan vaksin Covid-19.

Vaksin Nanogen akan menjadi vaksin pertama Covid-19 buatan lokal yang telah mendapat izin untuk diuji coba pada manusia di Vietnam.

Perwakilan perusahaan mengatakan pihaknya mulai meneliti produksi vaksin pada Maret 2020 di tengah merebaknya penyebaran virus corona.

Situasi penyebaran virus corona mulai memburuk di awal Maret lantaran banyak warga Vietnam dan warga asing yang baru kembali dari Amerika Serikat dan Eropa. Situasi itu mendorong pemerintah untuk memberlakukan kampanye menjaga jarak secara nasional selama lebih dari tiga pekan dan menghentikan semua penerbangan internasional.

Produksi Nanogen

Dilansir VNExpress, Kamis (10/12), pada Juni, Kementerian Sains dan Teknologi secara resmi meminta Nanogen melaksanakan dua proyek. Yakni produksi vaksin dan antibodi pengobatan Covid-19.

Selama lebih dari enam bulan setelah itu, perusahaan melibatkan lebih dari 300 spesialis untuk bekerja tanpa henti mengembangkan vaksin Covid-19. Tahapan dasar dilaporkan telah diselesaikan, meliputi sintesis protein, pemurnian, finalisasi formula yang sudah jadi, uji toksisitas berulang, dan pengujian lainnya pada tikus dan monyet.

Baca Juga :  Cerita Memilukan Petugas Medis AS Saksikan Pasien Corona Sekarat

Awalnya, perusahaan memiliki dua kandidat vaksin, yakni sub-unit vaksin berdasarkan protein lonjakan SARS-CoV-2 dan vaksin virus seperti partikel (VLP) yang menggunakan teknologi rekombinan.

Perwakilan Nanogen mengatakan pihaknya telah meneliti dan memproduksi vaksin Nanocovax secara independen. Tapi untuk mempercepat ketersediaan vaksin, Nanogen memilih untuk memproduksi versi sub-unit, yang produk akhirnya yakni Nanocovax.

Ada banyak jenis baru virus corona yang dapat ditemukan di seluruh dunia, varian virus yang bermutasi dengan cepat di Vietnam tapi dinilai tidak begitu mematikan.

Uji coba vaksin pada monyet dan tikus

Nanogen mengatakan pihaknya telah menguji vaksin berkali-kali pada tikus dan monyet dengan hasil yang baik, pihaknya juga dapat menjamin imunogenitas dan tingkat keamanannya.

Pihak perusahaan menegaskan vaksin tersebut memiliki efek samping, tapi tidak signifikan. Beberapa tikus mengalami gatal-gatal dan iritasi ringan di area sekitar penyuntikan selama sekitar setengah jam.

Kendati demikian, tikus-tikus tersebut masih mengalami pertambahan berat badan, nafsu makan, hidup normal. Dan tidak menunjukkan gejala keracunan untuk waktu yang lama.

Baca Juga :  Yogya Berdarah, Seorang Pelajar Dikeroyok Dan Dibacok Perutnya Hingga Tewas

Hasil tes operasi pun menunjukkan bahwa jantung, ginjal, dan paru-paru tikus yang disuntik dengan vaksin Nanocovax semuanya normal tanpa kerusakan apa pun.

Nanogen

Percobaan vaksin ke manusia

Selama tahap pertama percobaan vaksin ke manusia, 60 relawan akan dibagi menjadi tiga kelompok kecil.  Masing-masing menerima tiga dosis vaksin yang berbeda yakni 25 miligram, 50 miligram, dan 75 miligram.

Kementerian Kesehatan pada Rabu (9/12) mengatakan. Sebagai langkah keamanan, tiga orang pertama akan divaksinasi dengan 25 mikrogram (mcg) vaksin dan kesehatan mereka akan dinilai 72 jam kemudian. Setelah itu, akan ditentukan dosis dan jumlah peserta untuk sesi pengujian berikutnya.

Semua relawan, selama fase pengujian pertama, akan menerima dua suntikan vaksin intramuskular, berselang 28 hari sejak suntikan pertama.

60 relawan yang terlibat berusia antara 18-60 tahun tanpa menderita penyakit menular atau alergi.