27 Oktober 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Skuter Listrik

Mulai Besok, Pengguna Skuter Listrik di Jalan Raya Akan Didenda Rp 250 Ribu

Cnndaily.com , Jakarta – Polda Metro Jaya akan menilang pengendara skuter listrik di jalan raya, dan pelanggaran lainnya. Pelanggar dapat didenda sampai Rp 250 ribu.

“Adapun artikel yang diterapkan, yaitu pasal 282 jo 104 ayat 3 yang berbunyi, setiap pengguna jalan yang tidak perintah taat diberikan oleh petugas Polisi berhenti dalam keadaan tertentu untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas akan bertanggung jawab dengan pidana penjara paling lama satu bulan dan denda semaksimalnya Rp 250.000, “kata Kepala Polda Metro Jaya Humas, Sr. Yusri Yunus, dalam keterangannya, Sabtu (23/11/2019).

Baca juga: Pengendara Ngantuk Berujung Menewaskan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Tua

Polda Metro Menetapkan Peraturan untuk Pengguna Skuter listrik hanya diperbolehkan di lokasi tertentu

Polda Metro Jaya bersama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menetapkan beberapa aturan. Skuter listrik hanya diperbolehkan di lokasi tertentu dari kerjasama antara pengelola kawasan dan operator skuter listrik.

“Otoped / skutris hanya dapat digunakan di daerah-daerah tertentu sudah mendapatkan izin dari administrator seperti bandara, stadion, tempat-tempat wisata ancol kira,” kata Yusri.

Baca Juga :  Kapolda Irjen Martuani Sormin Melakukan Pengecekan Personel di Gereja Katedral

Selain itu, ada syarat lain bagi pengendara skuter listrik. Termasuk kelengkapan keselamatan saat berkendara.

“Standar keselamatan pengendara pengendara harus berusia minimal 17 tahun, dan selama mengemudi harus menggunakan helm, pelindung kaki dan siku serta pada malam hari harus menggunakan rompi yang menggunakan reflektor,” kata Yusri.

Penerapan tiket akan dilakukan pada Senin (25/11). Untuk saat ini, hanya subjek pelanggaran untuk menegur.

“Untuk pengendara otoped / skutris drive tidak di trek di set maka Polisi akan melakukan tindakan represif non-yudisial (pemogokan). Dan pada Senin, 25 November 2019, polisi akan melakukan tindakan represif peradilan (penilangan) ,” kata Yusri.

Baca juga: Sering Terserang Malware dan Trojan, Pendiri Telegram Sarankan Uninstall Whatsapp

Menggunakan Skuter Listrik Dilarang Beroperasi di Trotoar atau Jalan Raya

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Joseph Sr. kata skuter listrik dilarang beroperasi di trotoar atau jalan raya. Peraturan ini dibuat menunggu studi tentang skuter listrik.

“Salah satu contoh (lokasi yang diizinkan) misalnya kawasan GBK (Gelora Bung Karno), mungkin di mal, bandara, atau di tempat lain yang tidak mengganggu terhadap pengguna jalan lain, terutama di jalan umum. Itu yang sudah menjadi kesepakatan kita. Sambil menunggu pengkajian penggunaan nantinya ke depan, e-scooter itu seperti apa,” ucapnya, kepada wartawan di kawasan fX, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (22/11).

Baca Juga :  Waktu Terbaik Untuk Menikmati Liburan di Thailand