14 Juni 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

specialispoker

Singapura Melarang Semua Perjalanan Tidak Mendesak Warganya selama 30 hari ke Depan

CNNdaily-Singapura,Warga Singapura harus menunda semua perjalanan tidak mendesak, ke seluruh Asia Tenggara (ASEAN).Ini adalah kebijakan baru yang dicanangkan pemerintah negeri Singa sebagai upaya menahan penyebaran Covid-19. Pada hari Minggu (15/03/2020) .

Jangka waktunya adalah 30 hari atau satu bulan ke depan, setelah itu, pemerintah akan kembali meninjau kebijakan yang meimbau untuk menunda semua perjalanan yg tidak mendesak ini.

Sejak Minggu (15/03/2020) pukul 23.59 waktu Singapura, semua wisatawan baik dari warga Singapura, warga tetap maupun warga dengan surat izin jangka pendek dan panjang harus menjalani isolasi mandiri dilansir Straits Times.

Hal ini dikhususkan untuk mereka yang memiliki riwayat perjalanan ke Jepang, Swiss, Inggris dan negara-negara ASEAN lainnya, periodenya sendiri adalah 14 hari atau dua minggu. Kebijakan ini tidak berlaku untuk warga Singapura dan Malaysia, yang memasuki negara itu melalui jalur datar dan laut.

Sementara itu, ada rencana terpisah yang disusun oleh kelompok kerjasama bilateral. Di mana pihaknya juga membantu Kementerian Singapura dalam memerangi wabah Covid-19.

Baca Juga :  Warganet Marah Besar karena Kim Jae Joong Ngaku Terinfeksi Corona di April Mop

Kebijakan Khusus Wisatawan atau Pendatang

Bagi wisatawan yang terdampak kebijakan ini diwajibkan untuk melaporkan bukti pemesanan hotel atau tempat tinggal kerabatnya. Selain itu, mereka harus menjelaskan berapa lama akan tinggal di Singapura.

Kemungkinan besar wisatawan akan diuji Covid-19, meskipun mereka hanya sakit ringan.

Menurut Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), risiko penyebaran pandemi corona sangat beragam.

Bahkan Singapura sendiri bisa terjangkit karena tertular dari orang asing yang masuk ke dalam wilayahnya.

Tes akan dilakukan secara khusus bagi wisatawan yang memiliki gejala yang mirip dengan Covid-19.

Terutama bagi pengunjung jangka pendek seperti dari negara-negara ASEAN, harus menyerahkan informasi terkait kondisi kesehatan mereka pada Singapore Overseas Mission.

Administrasi ini dikirimkan sebelum kedatangan ke Singapura, dan mencantumkan sampai kapan tinggalnya.

Para wisatawan bisa masuk ke Singapura jika surat ini telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan Singapura.  Jadi bagi pengunjung atau wisatawan yang tidak mengantongi izin, akan ditolak menginjakkan kaki di negeri Singa ini.

“Oleh karena itu, disarankan mereka bisa mendapatkan persetujuan sebelum merencanakan perjalanan yang pasti,” bunyi pernyataan Kementrian Kesehatan Singapura.

Baca Juga :  2 BUMN Berbagi Tugas Urusi Vaksin Covid-19 dalam Kerjasama dengan UEA

Selain Wisatawan, kini pemerintah Singapura tengah mempersiapkan aturan khsusus Pegawai Rumah Tangga (PRT) asing .

Menurut catatan The Wuhanvirus, Singapura telah mengantongi  sebanyak 226 kasus. Belum ada korban jiwa, dan 105 pasien dinyatakan sembuh.

Sementara beberapa pasien asing datang ke Singapura untuk perawatan. Kementerian kesehatan menilai, hal ini menjadi beban tersendiri bagi Singapura.

“Ini memberi beban yang cukup berat pada sumber daya kesehatan Singapura selama waktu-waktu kritis ini. Bahkan ketika kita fokus pada memerangi situasi di Singapura,” jelas kementerian kesehatan.

Dalam tiga hari terakhir, Singapura telah melihat peningkatan kasus baru Covid-19 sebanyak 25 orang.

mendesak