13 Juni 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

malang

Malang Kembali Berduka, Bocah 3 Tahun Tewas Setelah Di Bakar Dan Ditenggelamkan Kedalam Bak Mandi

Cnndaily.net – Malang, Kekerasan anak lagi-lagi kembali terjadi, tak tanggung Agnes Arnelita, bocah 3 tahun ini harus meregang nyawa akibat tenggelam di bak kamar mandi rumahnya. Namun, Polisi menduga ada kejanggalan dari kematian korban.

Kapolsek Tajinan AKP Hadi Puspito menyampaikan, kejanggalan dalam kematian korban berawal dari laporan keluarga. Pihak keluarga menemukan luka bakar di bagian kaki kanan korban saat jenazah sang bocah hendak dimandikan di rumah neneknya, Desa Sumbersekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Rabu (30/10) malam.

“Kami mendapatkan laporan ada kejanggalan dari kematian korban. Kami kemudian datang ke lokasi dan membawa jenazah ke Puskesmas. Dibantu paramedis, penyelidikan kemudian dilakukan. Di sana, ditemukan bekas luka bakar di kaki kanan, lebam di bagian punggung, belakang kepala dan dahi,” kata Hadi, Kamis (31/10/2019).

Hasil penyelidikan terungkap bahwa sebelumnya jenazah korban diantar orang tuanya yang tinggal di Perum Tlogowaru Indah, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. “Jadi keterangan awal, ketika ditemukan tak berdaya di bak kamar mandi, korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan. Kemudian jenazah dibawa pulang ke rumah neneknya di Tajinan kemarin petang itu,” sambung Hadi.

Baca Juga :  Satu Tersangka Pembunuhan George Floyd Bebas dengan Jaminan

Tempat kejadian perkara (TKP), dikatakan Hadi, berada di rumah orang tua korban. Yakni di Perum Tlogowaru Indah. Di sana korban tinggal bersama ibu, adik dan ayah tirinya.

Baca Juga : Anggaran Fantastis Pemprov DKI Jakarta Untuk Lem dan Ballpoint Capai Milyaran?

“Saat kejadian, ayah tirinya mengaku tengah mengasuh adik korban yang masih kecil. Karena minta mandi, korban diminta untuk melakukannya sendiri. Tetapi tak lama ayah tiri korban mendengar suara minta tolong, ketika didatangi korban sudah dalam kondisi tenggelam di bak mandi,” tutur Hadi.

Menurut Hadi, cerita ayah tiri korban Egy Age Anwar (36) tidak sesuai dengan fakta dari hasil pemeriksaan medis pada jasad korban. “Ceritanya begitu, tapi faktanya lain. Pada jasad korban ditemukan luka bakar, dan luka lebam. Kami pun menduga kuat adanya kekerasan atau penganiayaan terhadap korban sebelumnya,” beber Hadi.

Berdasarkan temuan tersebut, Polsek Tajinan bersama perangkat desa dan keluarga membawa jenazah Agnes ke RS dr Saiful Anwar (RSSA) untuk dilakukan visum.

Baca Juga :  Sungai Bederah Tercemar Dan Bau Busuk Ternyata Ada Ratusan Bangkai Babi

Dugaan kejanggalan pada tewasnya Agnes Arnelita (3) ternyata benar adanya. Luka bakar yang ditemukan pada tubuh balita tersebut disebabkan oleh penganiayaan.

Polisi mengungkapkan Egi Age Anwar, ayah tiri korban, adalah pelakunya. Di hadapan polisi, pria 36 tahun itu mengakui perbuatannya.

“Keterangan awal, ayah tirinya mengaku korban ditemukan tenggelam di bak mandi. Karena itu, diduga menyebabkan korban meninggal. Tetapi, ketika akan memandikan jenazah, keluarga curiga pada luka bakar pada bagian kaki dan lebam-lebam. Dari situlah kami mendapatkan laporan dan melakukan pemeriksaan medis,” ujar Kapolsek Tajinan AKP Hadi Puspito.

Hadi menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis itulah, pihaknya kemudian menjemput Egi dan Hermin Susanti (22), ibu kandung korban, untuk dimintai keterangan.

Baca Juga : Wika Salim Godain Ariel Noah : Aku Mau Jadi Ibu Anak-anakmu

“Dari situlah, ayah tirinya baru mengungkap cerita yang sebenarnya bahwa luka bakar yang dialami korban disebabkan oleh dirinya yang memanggang kaki korban di atas kompor,” tegas Hadi.

Ketika itu, lanjut Hadi, korban mengatakan suhu tubuhnya menurun hingga kedinginan. “Entah kenapa, malah justru dipanggang di atas kompor bagian kakinya oleh ayah tirinya,” sambung Hadi.

Baca Juga :  Nicolaus Anjar Aji, Kopilot Wings Air Bunuh Diri Setelah Dipecat dan Didenda 7,5 Miliar

Berdasarkan fakta-fakta itulah, Polsek Tajinan bersama keluarga meminta visum et repertum ke RS dr Saiful Anwar, Kota Malang, dan meminta keluarga melapor ke Polres Malang Kota.

“Karena TKP masuk wilayah Kota Malang, yakni Perum Tlogowaru, yang merupakan tempat tinggal orang tua korban, kami meminta keluarga melapor ke Polres Malang Kota,” tutur Hadi.

Keluarga curiga ketika memandikan jenazah korban. Ditemukan bekas luka bakar di bagian kaki kanannya. Temuan bekas luka itulah yang kemudian membuat keluarga melapor ke polisi.

“Kemarin petang kami mendapat laporan warga, ada kejanggalan pada kematian seorang balita. Kemudian kami datang dan memeriksa bersama paramedis, ternyata benar, ada kejanggalan, yakni luka bakar di bagian kaki, lebam di dahi, kepala belakang, dan punggung. Kami menduga kuat ada penganiayaan sebelumnya terhadap korban,” kata Hadi.