21 Februari 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

7-hari-7-malam-kerjakan-skripsi-tidak-tidur

Kerjain Skripsi 7 Hari 7 Malam, Mahasiswa ITB Meninggal

Cnndaily.net, Medan – Didiagnosa mengalami anemia kronis sebelum akhirnya meninggal dunia

Skripsi rupanya selalu menjadi momok bagi para mahasiswa semester akhir. Bagi sebagian orang, mengerjakan skripsi bukanlah hal yang sederhana dan mudah. Menghindarkan diri dari kemalasan menjadi kunci penting agar skripsi selesai tepat waktu. Tapi fokus mengerjakan skripsi bukan berarti harus abai terhadap kesehatan.

Terlalu mengabaikan kesehatan bisa menimbulkan penyakit seperti yang terjadi pada seorang mahasiswa ITB ini. Pria bernama Jehuda Christ Wahyu ini meninggal setelah 7 hari 7 malam mengerjakan skripsi.

Baca Juga : Tidak Masuk Akal, Pelatih Ini Pulangkan Secara Paksa Atletnya Karena Dianggap Tidak Perawan Lagi, Haizzzzzz..

1.Terlalu fokus mengerjakan skripsi

Skripsi dan segala dramanya terlihat sulit dilalui bagi calon sarjana. Begitu juga dengan seorang pemuda bernama Jehuda Christ Wahyu yang berhasil menyelesaikan skripsi dan dinyatakan lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Perjalanan Jehuda untuk menyelesaikan skripsi terlihat tak mudah. Ia bahkan tak istirahat selama 7 hari 7 malam demi menyelesaikan skripsinya. Akibatnya Jehuda yang merupakan warga Cikarang itu jatuh sakit dan harus bolak-balik ke rumah sakit.

Baca Juga :  Unggah menyenggol Tentang Destinasi Wisata, Ganjar Pranowo Bahkan Membuat Netizen Baper

Kisahnya itu sempat ia ceritakan melalui utas Twitter di akun miliknya @Jechriswa pada 25 Oktober lalu. Utas berjudul “Anemia Chronic Disease, skripsi, dan wisuda ITB” menceritakan kesehatan Jehuda yang terus memburuk karena terlalu bekerja keras menyelesaikan skripsi.

Baca Juga : Agun Gunandjar Rawan Golkar Nilai Pecahnya Pascamunas, rasio ini

2.Kesehatan terus memburuk

Jehuda merasa kesehatannya memburuk setelah menyelesaikan skripsi 7 hari 7 malam berturut-turut. Ia bahkan tak tidur di malam hari. Awalnya ia merasakan nafsu makannya menurun dan badan terasa sangat lemas.

Setelah merasa kesehatannya memburuk, Jehuda memutuskan kembali ke rumahnya di Cikarang. Selama perjalanan dari Bandung, ia terus merasa lemas dan akhirnya langsung menuju rumah sakit. Awalnya ia diduga menderita tipes namun hasil laboratorium menunjukan negatif.

Setelah beberapa hari menjalani rawat jalan, Jehuda sempat merasa membaik. Namun kesehatan Jehuda tak kunjung pulih sepenuhnya. Ia kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan seperti rontgen paru-paru, kelenjar getah bening, ginjal danthyroid namun semuanya normal dan sehat. Jehuda kemudian diminta cek darah. Dari hasil tes menunjukan ternyata hemoglobin Jehuda sangat rendah dan di bawah normal.

Baca Juga :  Serangan Udara ke Penjara di Yaman Tewaskan 100 Orang

Sempat mengambil toga untuk wisuda di Bandung, Jehuda akhirnya memutuskan untuk tidak mengikuti wisuda karena merasa tak sehat sebelum akhirnya meninggal dunia.

Akhirnya kabar duka diketahui usai seorang temannya membalas utas Jehuda. Ia menuliskan ucapan perpisahan dan berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Di akhir utasnya, Jehuda sempat mengungkapkan penyesalannya karena tak pernah menjaga kesehatan selama skripsi. Ditambah selama ini ia menjadi perokok aktif meski sempat berhenti saat tahu kesehatannya menurun.

Semoga pengalaman Jehuda tersebut bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua untuk selalu menjaga kesehatan meski disibukkan dengan berbagai kegiatan.