18 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Laura Theux

kecanduan parah, Laura Theux Belum Bisa Putuskan Hapus Social Media

Cnndaily.net,jakarta – Sosial media adalah menyenangkan untuk bermain, tapi sadar atau tidak, untuk membawa pengaruh yang tidak menguntungkan lainnya. Tidak peduli tentang lingkungan atau Anti-Sosial adalah salah satu contoh. Hal ini dialami oleh Laura Theux.

Aktris 23 tahun itu mengalami kecanduan media sosial yang cukup parah dan di protes dari orang-orang di sekelilingnya. Dia sulit untuk menggambarkan dirinya sebagai orang yang kecanduan.

“Jujur saya kecanduan serius. Sudah tiba pada titik bahwa orang kaya berbicara kepada saya, saya tidak mendengarkan. Segitunya. Sampai aku kaya apa itu,” setelah Konferensi Pers Screening Merapi di Jawa Tanah Kisah Blok M, Selatan Jakarta, Selasa (29-10).

baca juga :Ahok Menilai Pak Anies Baswedan Terlalu Over Smart

“Tapi aku selalu defensif,” aku tuh tidak multitasking “ketika aku kecanduan di media sosial. Sejak orang-orang terdekat saya mengeluh tentang hal itu, jadi saya mulai intropeksi diri, kaya coba deh,” tambahnya.

  1. Berhenti Bermain socmed

Dia memutuskan untuk mencoba untuk berhenti bermain media sosial, terutama Instagram, untuk beberapa waktu. Berhenti dari kebiasaan itu tidak mudah, hal itu diakui oleh dara cantik kelahiran Bali saat hari-hari pertama berhenti bermain Instagram.
“Tetapi di awal-awal mencoba, hari pertama, pasti kalang kabut, macem ada yang kurang. Tapi yang di hari kedua, ketiga, keempat, kelima sudah mulai terbiasa. Aku baik-baik. Aku aja baik-baik saja, tidak mati juga,” dia berkata.

Baca Juga :  Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Melambat

baca juga :Kemarahan Raffi Ahmad Ingatkan Penyebar Hoaks Soal Video Syur Nagita Slavina

2.Bisa Mengatasi
Namun, sekarang pemain Malam Minggu Miko The Movie “telah mampu mengatasi kecanduan media sosial. Sekarang aplikasi Instagram dihapuskan sudah kembali dipasang di ponsel.
“Engga dihapus pula. Karena saya sudah mulai tahu bagaimana melakukannya untuk tidak membukanya sekarang. Jika setelah saya menghapus karena saya jika ada pasti terbuka. Sulit untuk tidak membukanya, refleks pasti terbuka,” kata Laura.

“Jika sekarang saya sudah terbiasa untuk tidak berada dalam media sosial, sehingga tidak harus menghapusnya. Saat ini aku tidak terlalu sering memegang telepon,” pungkasnya.