22 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

kurir narkoba

Transaksi di Tengah Laut, Kurir Narkoba 37 Kg Sabu Ditangkap

Cnndaily.net,palembang – Sebuah jaringan sindikat narkoba internasional Malaysia-Medan-Jakarta. Empat tersangka yang ditangkap dalam kasus pengungkapan ini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Divisi Humas, Brigadir Jenderal Prabowo Argo Yuwono Raden mengatakan bahwa empat tersangka yaitu RY, AL, ZL, dan BM.

Dari empat tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 37 kilogram shabu. Mantan Kepala Humas Polda Metro Jaya menjelaskan, metamfetamin obat jaringan ini transaksi dengan menggunakan kano atau perahu kecil) di tengah laut.

baca juga :Dititipkan Di Day Care, Balita Ini Menghilang Dan Ditemukan Tanpa Kepala Dan Tanpa Organ Dalam

“Tersangka ditangkap di pelabuhan. Tersangka mengambil metamfetamin dengan perahu di laut. Dan ombak besar, mereka bertemu di tengah-tengah lautan. Ada kode menggunakan sinar senter,” kata Argo, di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (2019/12/09),

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Kejahatan Narkoba Pol Krisno Halomoan Siregar menambahkan, pengungkapan ini berawal dari penangkapan tersangka RY pada hari Kamis, Desember 5, 2019.

Ketika penangkapan, RY menunggu pengiriman methamphetamine di Pelabuhan sarang elang, Labuhan Batu, Sumatera Utara.

Baca Juga :  Sahabat Sebut Veronica Sudah Move On Dari Ahok BTP

Selanjutnya, dari pengembangan, polisi menangkap tiga tersangka lainnya, yakni AL, ZL, dan BM pada waktu telah tiba di Pelabuhan sarang elang. Pada saat itu, ketiga tersangkabaru saja kembali dari laut dengan perahu.

“Selama interogasi, seorang RY tersangka mengatakan bahwa barang belum tiba di Pelabuhan Eagle Nest diambil dari Malaysia oleh Al, ZL, dan BM menggunakan perahu motor,” kata Krisno.

baca juga :Usai Menabrak Kereta Api Mengalami 1 Orang Meninggal Dunia Dan 3 Orang Luka – Luka

Tidak hanya menemukan narkotika jenis shabu, polisi juga menemukan adanya ratusan jenis pil Yaba. Obat-obatan yang sering dikonsumsi di wilayah Indo Cina sebesar 150 butir.

“Mint aborsi ini obat-obatan, dan 40 persen dari pilk isinya. Hal ini sering dikonsumsi dalam Indo Cina,” lanjut Krisno.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Tersangka cukup berani dan melawan kematian karena dari Indonesia ke perairan Malaysia dekat pulau hanya dengan motor boat,” katanya.

Baca Juga :  Keadaan Dylan Carr Telah Membaik, Begini Kondisi Terbaru Dylan Carr