3 Desember 2022

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Jokowi : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia harus Positif di Kuartal III

CNNdaily – Jakarta, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia harus tumbuh positif pada kuartal III 2020. Jokowi tak ingin Indonesia jatuh ke jurang resesi.

Pada kuartal II, ekonomi Indonesia terkontraksi minus 5,32 persen akibat pandemi Covid-19. Jokowi menyebut Indonesia masih memiliki kesempatan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di September 2020.

“Untuk itu, kuartal III yang kita masih punya waktu 1 bulan, Juli, Agustus, September. Kita masih punya kesempatan di September ini. Kalau kita masih berada pada posisi minus artinya kita masuk resesi,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada gubernur secara virtual, Selasa (1/9/2020).

Untuk itu, Jokowi meminta para kepala daerah untuk mempercepat belanja daerah. Hal ini untuk mendorong perekonomian dan meningkatkan konsumsi masyarakat.

“Terutama yang berkaitan dengan belanja barang, belanja modal, belanja bansos ini betul-betul disegerakan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan memulihkan ekonomi di daerah,” jelas Jokowi.

Realisasi Belanja APBD

Menurut dia, rata-rata belanja APBD secara nasional baru mencapai 44,74 persen. Sementara, untuk belanja APBD kabupaten/kota saat ini mencapai 48,8 persen.

Baca Juga :  911 Balita di Bulukumba Kena Stunting, Dinkes Gelar Workshop Pencegahan

“Tolong betul-betul angka-angka ini diperhatikan sehingga realisasi untuk pengadaan barang dan jasa, untuk belanja modal, bansos, segera bener terealisasi,” ujar Jokowi.

Kuartal III

Perintah Habiskan Anggaran Belanja

Jokowi juga memerintahkan 34 gubernur untuk segera merealisasikan anggaran belanja barang dan jasa, modal dan bantuan sosial (bansos) pada September 2020 untuk mencegah resesi.

“Kita masih punya kesempatan September ini, kalau kita masih dalam posisi minus artinya kita masuk ke resesi, karena itu percepat belanja barang dan jasa, belanja modal, belanja bansos betul-betul disegerakan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan ekonomi di daerah,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor seperti melansir Antara, Selasa (1/9/2020).

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas dengan tema “Pengarahan Presiden Kepada Para Gubernur Menghadapi Pandemik Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional” melalui “video conference”.

Presiden juga menyebutkan sejumlah daerah yang anggaran belanjanya sudah terealisasikan lebih dari 50 persen. Presiden pun menegaskan bahwa ia memantau setiap hari realisasi angka belanja per daerah.