26 Februari 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

KPAI Hentikan Beasiswa Bulutangkis PB Djarum? KPAI Kampret!

Kudus, CNNDaily.net – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menuduh Djarum mengeksploitasi anak-anak sebagai bagian dari Program Beasiswa Badminton Yayasan Djarum. Djarum tidak mengganggu. Pabrik rokok yang berbasis di Kudus ini membuat keputusan untuk menghentikan audisi bulu tangkis mulai tahun 2020.

Secara pribadi, saya mengucapkan selamat atas tindakan yang diambil oleh Djarum. Sudahkah Anda menghabiskan begitu banyak uang untuk prestasi olahraga? Mengapa kamu dirampok? Hentikan semuanya. Djarum, tentu saja, saat ini dapat bernapas dengan mudah, dapat menghemat anggaran yang besar. Jadi, siapa yang terluka?

KPAI dapat melupakan bahwa banyak orang tua di negara ini mewujudkan impian mereka sehingga anak-anak mereka dapat menjadi penerus Alan Budikusuma atau Susi Susanti. Sasaran ini tidak harus menjadi dokter atau petugas polisi. Masih banyak orang tua di negara ini di +62 yang ingin anak-anak mereka menjadi atlet profesional dengan prestasi maksimal.

Baca juga: Perang Dagang AS Dan China, Negara-Negara Ini Juga Perang dengan AS

Masalahnya adalah, untuk menjadi atlet profesional, biayanya tidak minimal. Atlet bulutangkis, misalnya, membutuhkan alat yang tidak murah. Belum lagi kebutuhan untuk menyewa lapangan untuk bermain, juga membeli bulu yang mudah patah dan perlu diganti. Bagi mereka yang uangnya tidak bersinar, tidak masalah. Bagaimana dengan orang tua yang benar-benar berharap keluarga mereka dapat meningkatkan kehidupan mereka melalui olahraga ini? Beasiswa adalah salah satu impian yang dapat dicapai secara realistis. Dengan demikian, gegar otak KPAI telah berhasil mengubur impian orang tua dan atlet muda yang ingin berkarier di olahraga ini.

Baca Juga :  Biadab, Setelah Tewas Dibunuh, Gadis Baduy Diperkosa Secara Bergilir

Seperti yang dinyatakan, direktur program layanan olahraga Yayasan Djarum, Yoppy Rosimin, dari Hotel Aston Purwokerto, mengumumkan Sabtu (7/9/2019) bahwa ia akan menghentikan sidang umum 2020.

Sementara itu, Sitti Hikmawaty, Komisaris Kesehatan dan Narkoba, KPAI, mengatakan dia tidak ingin menghentikan sidang, tetapi ingin peraturan itu dihormati. Terutama, melarang merek yang menyebabkan zat adiktif yang menempatkan anak-anak sebagai media iklan.

Apakah keputusan yang diambil oleh KPAI diambil oleh individu atau kelompok tertentu? Saya selalu berpikir positif. Mari kita berharap apa yang telah dilakukan KPAI adalah murni untuk masa depan anak agar tidak terpapar zat adiktif. Tetapi masalahnya adalah, apa sebenarnya dosa besar Djarum untuk mendukung keputusan itu? Apakah salah menggunakan nama Djarum untuk proses audisi ketika tidak ada foto atau kegiatan merokok di sana?

Saya kemudian ingat teman saya kemarin, yang sedikit ragu untuk makan makanan ringan yang baru saja dibelinya. Dikatakan bahwa camilan cokelat memiliki rasa sabun Colek. Mengapa Karena pabriknya adalah Wings, yang terkenal karena pembuatan sabunnya. Apa yang diungkapkan teman saya tentu saja hanya lelucon. Hanya masalah mentalitas yang perlu diperjelas bahwa Wings bukan hanya pembuat sodokan sabun. Tetapi banyak juga yang bisa menyiapkan hidangan lezat.

Baca Juga :  Opick Bagikan Air Zam Zam Bekas Celupan Rambut Rasul, Ulama Hingga Polisi Ramai-ramai Datang

Sekarang juga keadaan pikiran yang harus digunakan dengan Djarum. Padahal, Djarum tidak hanya memproduksi rokok. Nama ini juga memberikan kontribusi besar bagi sektor pendidikan dan olahraga di negara ini. Saya tidak tahu berapa banyak anak yang berhasil mewujudkan impian mereka berkat beasiswa Djarum. Dengan cara yang sama, banyak pemain internasional juga lahir dari tangan Djarum. Jadi, apa yang salah dengan Djarum?

Baca juga: Bima Aryo Ziarah ke Makam ART yang Tewas Diserang Anjingnya

Menyalahkan Djarum karena memberikan dompet pendengaran bulutangkis sama saja dengan melarang Wings dari memproduksi makanan sebelumnya. Bukankah Wings dikenal sebagai pembuat sabun? Bahkan, Wings masih berhasil menghasilkan makanan. Hal yang sama untuk Djarum, faktanya adalah bahwa tidak hanya dapat memproduksi rokok, tetapi juga memberikan beasiswa yang sukses melalui Djarum Foundation.

Bisakah Djarum tidak menggunakan namanya sendiri untuk sebuah program yang membutuhkan biaya? Jangan suka pepatah, “kerbau punya susu, sapi punya nama.” Djarum yang bekerja keras, kehidupan atas nama pihak lain.

Baca Juga :  Mengorek Data Penghasilan dari YouTuber yang Jadi Viral