27 September 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

danau toba

Konsep Pariwisata Halal Danau Toba Tidak akan dihilangkan

Cnndaily.net, Jakarta – Wacana pariwisata halal Danau Toba telah menjadi topik hangat dalam beberapa hari terakhir.

Bahkan sejumlah kelompok mahasiswa melakukan demonstrasi untuk mempertanyakan pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengenai pariwisata halal di Danau Toba.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Ria Novida Telaumbanua, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Gubernur Sumut belum pernah menyampaikan konsep pariwisata halal.

Baca juga : Sang Miliarder Dunia, Awali Usaha di Jawa Timur

Konsep pariwisata halal, kata Ria, sebenarnya sudah ada sejak lama. Pariwisata halal dimaksudkan untuk menyediakan fasilitas pendukung yang diperlukan bagi wisatawan, termasuk wisatawan Muslim. Pariwisata halal tidak menghilangkan budaya yang sudah ada di lokasi wisata. Ini perlu dilakukan karena banyaknya wisatawan asing yang datang ke Danau Toba.

“Terutama sekarang karena sebagian besar turis asing datang dari Malaysia dan sekitarnya. Penduduk negara tetangga didominasi Muslim. Untuk alasan ini, semua kebutuhan wisata harus disiapkan,” kata Ria kepada Analisadaily.com, Selasa (3/9). ).

Ria menjelaskan bahwa ada tiga elemen penting dalam pariwisata yang disebut konsep 3A, yaitu atraksi, aksesibilitas, dan fasilitas. Untuk elemen pertama yaitu atraksi, Danau Toba sudah memenuhi persyaratan. Danau Toba memiliki pemandangan, budaya, dan alam yang luar biasa.

Baca Juga :  Perang Dingin Konflik Dagang AS-China Lebih Mengerikan dari Corona

Sementara konsep fasilitasnya, menurut Ria, Danau Toba masih perlu ditingkatkan. Amenitas adalah penyediaan fasilitas pendukung yang diinginkan oleh wisatawan dalam bentuk tempat ibadah, restoran, tempat istirahat dan sebagainya.

Baca juga : Google Kenakan Biaya PPN 10%, Penerimaan Negara Meningkat Rp600 Miliar

Untuk alasan ini, semua kebutuhan pendukung harus disediakan. Apalagi, Danau Toba telah menjadi tujuan utama oleh pemerintah pusat. “Jangan sampai orang yang direncanakan datang 3 hari menjadi 1 hari,” jelas Ria.

Maka konsep aksesibilitas berarti Danau Toba harus mudah dicapai. Fasilitas dan infrastruktur menuju Danau Toba harusnya memudahkan wisatawan yang akan datang ke sana.

Saat ini pemerintah sedang membangun jalan tol Tebing Tinggi-Parapat. Tidak hanya itu, bandara Silangit sekarang sedang diperluas untuk mengakomodasi pesawat yang lebih besar.

“Jadi, ketiga konsep itu sangat penting untuk membawa wisatawan ke Danau Toba. Karena konsep wisata halal tidak akan menghilangkan kearifan lokal yang sudah ada sejak lama di kawasan Danau Toba,” kata Ria.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan, yang wilayahnya berada di kawasan Danau Toba, mengatakan tidak perlu aturan untuk mengembangkan pariwisata halal atau tidak pariwisata halal.

Baca Juga :  Nelayan Meminta Edhy Prabowo Cabut Larangan cantrang Susi

“Pulau Bali adalah wisata kelas dunia, tidak ada pariwisata halal atau wisata non-halal. Adat istiadat setempat berjalan dengan baik dan bahkan itulah yang dijual kepada wisatawan asing,” kata Nikson.