21 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

teroris cirebon

Teroris Cirebon Merencanakan Untuk Membuat Bom Beracun , Apa Itu Abrin?

Cnndaily.net , Jakarta – Polisi menemukan bahan-bahan yang disebut akan dipakai terduga para teroris di Cirebon untuk membuat racun abrin. Racun itu nantinya akan dijadikan bom kimia. Apa itu abrin?

Penjelasan soal fakta-fakta abrin hingga cara kerja dan penanggulangannya dijelaskan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di situsnya. CDC adalah pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat.

Dikutip dari CDC, abrin adalah racun alami yang ada di biji tanaman rosary pea atau jequirity pea (Abrus precatorius – saga rambat). Bijinya berwarna merah dengan bintik hitam di ujungnya. Persamaan abrin dan risin adalah sama-sama berasal dari biji tanaman tapi abrin jauh lebih beracun.

Baca juga : Bos BPOM Optimistis Produk Lokal Dapat Tembus Pasar Global

Saga rambat, yang merupakan tanaman sumber abrin, umum ditemukan di area tropis di berbagai bagian dunia. Terkadang, tanaman itu dipakai untuk penyembuhan herbal. Ada penelitian medis yang menelisik potensi abrin untuk membunuh sel kanker. Mengutip CDC, abrin belum pernah dipakai dalam perang maupun aksi terorisme.

Baca Juga :  Gunung Anak Krakatau Meletus, Semburkan Abu Vulkanik 657 Meter

Abrin hanya bisa diambil dari tanaman saga rambat dan dipakai untuk meracuni orang secara sengaja. Paparan tanpa kesengajaan sangat tidak mungkin.

Seseorang bisa terpapar abrin jika menghirup abrin dalam bentuk bubuk, menyentuh permukaan bekas abrin, atau jika bubuk abrin masuk ke mata atau kulit. Abrin juga bisa masuk ke tubuh bila tertelan lewat air atau makanan atau lewat suntikan.

Baca juga : Muhammadiyah Minta Polisi Selidiki Crosshijaber

Abrin bekerja dengan menghambat sel-sel di tubuh manusia untuk membentuk protein yang dibutuhkan. Tanpa protein, sel-sel tubuh mati dan dapat berdampak pada kematian. Hingga saat ini, tidak ada penawar racun abrin.

Gejala keracunan abrin lewat pernapasan atau ditelan akan muncul setelah 8 jam. Meski demikian, bisa juga gejala baru muncul setelah 1-3 hari. CDC menyebut kematian akibat racun abrin bisa terjadi setelah 36-72 jam.

Hingga saat ini, belum ada penawar racun untuk abrin. Penanganan yang bisa dilakukan hanya dengan mengurangi efek dari keracunan itu.

Sebelumnya diberitakan, Ketua JAD Cirebon berinisial YF ditangkap pada Senin (14/10) di Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Baca Juga :  Viral Video Monyet Gendong dan Suapi Anak Kucing di Atas Atap

Dalam penangkapan itu, polisi mendapatkan temuan yang tidak biasa. Polisi menyebut ada bom berdaya ledak tinggi dengan bahan kimia yang sudah disiapkan.

“Temuan menarik pada hari ini bahwa untuk bom-bom yang sudah disiapkan untuk digunakan oleh pengantin ini memiliki daya ledak tinggi atau high explosive, campuran kimia lebih berbahaya,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2019).

“Kalau ini menggunakan berbagai bahan, methanol, urea, dan lain-lain. Itu explosive semua. Ditambah racun abrin dengan kurang 0,7 microgram. Racun ini membunuh 100 orang,” sambungnya.

Di antara barang bukti yang disita dari rumah YF, ada 310 gram biji saga. Berdasarkan keterangan dari Mabes Polri, biji saga adalah bahan utama dari racun abrin.