13 Juni 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Virus Misterius China

Dalam Dua Hari Korban Virus Misterius China Melonjak Sampai 139 Kasus Baru

Cnndaily.net, Jakarta – Pihak berwenang China telah melaporkan 139 Kasus baru virus misterius dalam dua hari terakhir. Situasi itu menandai pertama kalinya infeksi telah di konfirmasi di China menyebar ke luar kota Wuhan. Kasus-kasus baru diidentifikasi di Kota-kota Wuhan, Beijing dan Shenzen.

Jumlah total kasus yang di konfirmasi saat ini telah melebihi 200, dengan tiga korban telah dikonfirmasi meninggal dunia karena penyakit pernapasan, demikian diberitakan BBC, Senin (20/1/2020). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jumlah kasus menngkat karena ”peningkatan pencarian dan pengujian.”

Jenis coronavius ini, pertama kali muncul di Wuhan pada Desember tahun lalu dan telah menyebar ke luarnegeri. Dua kasus di laporkan terjadi di Thailand dan satu kasus lain di Jepang. Jumlah korban yang telah terjangkit kemungkinan lebih tinggi dari yang telah dilaporkan sejauh ini.

Pihak berwenang di Wuhan mengatakan 136 kasus baru telah dikonfirmasi pada akhir pekan, dan orang ketiga meninggal disana akibat virus tersebut. Hingga minggu malam, 19 Jamuari, para pejabat mengatakan 170 orang di Wuhan masih dirawat di rumah sakit, termasuk sembilan orang masih keritis.

Baca Juga :  Pedagang Pasar di Solo Gelar Syukuran Kelahiran Cucu Ketiga Jokowi, La Lembah Manah

Baca Juga: Nama Presiden Xi Jinping Salah Diterjemahkan di Myanmar, Facebook Minta Maaf

Para pejabat kesehatan di Distrik Dasing, Beijing mengatakan dua orang yang telah melakukan perjalanan ke Wuhan dirawat karena pneumonia yang terkait dengan corona virus itu. Di Shenzen, para pejabat mengatakan seorang pria berusia 66 tahun menunjukan gejala virus tersebut setelah melakukan perjalanan untuk mengunjungi kerabat di Wuhan.

WHO mengatakan ”peningkatan pencarian dan pengujian untuk (virus) di antara orang yang sakit dengan penyakit pernapasan” telah menyebabkan lonjakan dalam kasus yang dikonfirmasi.

Badan kesehatan dunia itu mengatkan ”hewan tampaknya merupakan sumber yang paling memungkinkan” dari virus tersebut, meski ada ”beberapa penularan terbatas manusia ke manusia yang terjadi antara orang yang melakukan kontak jarak dekat.”

Disampaikan bahwa orang-orang dapat mengurangi risiko tertular coronavirus dengan mengambil langkah-langkah seperti menghindari kontak ”tanpa perlindungan” dengan hewan hidup, memasak daging dan telur dengan seksama, dan menghindari kontak dekat dengan siapapun yang menderita pilek atau gejala mirip flu.

Baca Juga :  Tanggapan Pemkot Surabaya Terkait Kasus Covid-19 di Sampoerna Rungkut

Baca Juga: Haerul Penerus Habibie

Komisi Kesehatan Nasional China sebelumnya mengatakan virus itu ”masih dapat di cegah dan dikendalikan”. Sementara itu pihak berwenang memperingatkan bahwa pemantauan ketat diperlukan mengingat sumber metode transmisi dan mutasi tidak diketahui.

Badan Kesehatan China telah berjanji untuk meningkatkan pemantauan selama perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pekan ini, ketika jutaan orang akan berpergian untuk berkumpul bersama keluarga mereka. Sempel virus telah diambil dari pasien dan dianalisis di laboratorium. Para pejabat di China dan WHO menyimpulkan bahwa infeksi tersebut adalah virus coronavirus.

Coronavirus adalah keluarga besar virus, tetapi baru ada enam varian yang diketahui menginfeksi manusia, coronavirus ini akan menjadi yang ketujuh. Efek ringan virus itu hanya akan menyebabkan pilek, tetapi di sisi lain, sindrom pernafasan akut (Sars) yang menewaskan 774 dari 8.098 orang yang terinfeksi dalam wabah pada 2002 juga di sebbabkan. Analisis kode genetik menunjukan virus baru itu lebih terkait erat dengan Sars daripada coronavirus lainnya yang menulari manusia.

Baca Juga :  Polisi Thailand Sapu Ribuan Demonstran di Bangkok Usai Dekrit Darurat