16 Januari 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Polisi Grebek Praktek Klinik Aborsi Ilegal di Ciputri Pandeglang

CNNdaily – Serang, Polda Banten membongkar praktek klinik aborsi di Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan pemilik sekaligus bidan yang melayani pasiennya berinisial NN (53). Kemudian ada dua orang lagi yang juga ditangkap polisi yakni E (38) sebagai pembantu bidan dan RY (23). Pasien yang baru saja menggugurkan kandungannya.

“Usia kandungan bayi yang [baru] digugurkan berusia satu bulan. pelakui sudah beroperasi sejak tahun 2006,” kata Ditreskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Nunung Syaifudin di Mapolda Banten, Serang, Selasa (3/11).

Dari pemeriksaan atas pengelola Klinik bernama Sejahtera, praktik aborsi ilegal setidaknya telah dilakukan terhadap lebih dari 100 janin sejak 2006 silam.

“Saat anggota kita datang ke lokasi, masih ditemukan gumpalan darah bekas aborsi, menurut pengakuan bidan ada 100 lebih yang melakukan aborsi disana,” kata Syaifuddin.

klinik aborsi

Selain itu dari dalam Klinik Sejahtera itu, polisi menyita sejumlah benda diduga terkait praktik aborsi ilegal antara lain baskom almunium, gunting, alat penjepit, botol obat injeksi, alat suntik dan uang tunai Rp 2,5 juta.

Baca Juga :  Pendapatan Bank Bakal Terganggu karena Fintech di 2025, Benarkah?

Dari pemeriksaan diketahui pelaku bersedia melakukan permintaan ilegal itu dengan tarif Rp2,5 juta. Catatan lainnya adalah bayi dengan usia kandungan di bawah tiga bulan, maka janinnya dibuang melalui wastafel. Sedangkan di atas tiga bulan, maka janin dibawa pulang orangtuanya.

“Harganya Rp 2,5 juta. Janin berusia di atas tiga bulan dibawa orangtuanya, di bawah tiga bulan dibuang ke wastafel,” tutur Syaifuddin.

Dia mengatakan petugas kemudian sudah membongkar septic tank, menggali tanah yang dicurigai, hingga memeriksa setiap ruangan di dalam klinik untuk mencari tempat diduga menaruh janin-janin.

“Kita buka septic tank-nya atau tempat yang kita curigai untuk mencari jenazah bayi, ternyata tidak ada,” kata dia.

Kronologi Pembongkaran Praktik Aborsi Ilegal

Terbongkarnya tempat praktik ilegal ini berawal dari tertangkapnya RY yang baru saja menggugurkan kandungannya. Kemudian, dia menunjukkan lokasi tempat menghilangkan janin tersebut.

“RY ini mengaku habis aborsi. Anggota langsung menuju lokasi, kemudian kita klarifikasi. Kita temukan juga gumpalan darah,” kata Syaifuddin menuturkan kronologi pembongkaran praktik aborsi ilegal di klinik Ciputri, Pandeglang tersebut.

Baca Juga :  Kabar duka Afridza Munandar Meninggal Dunia, Marquez Berduka Cita

Dalam melakukan praktiknya, bidan NN dibantu E.

Dalam kasus ini, tersangka bidan NN dikenakan Pasal 194 juncto Pasal 75 ayat 2. Undang-undang (UU) nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancamannya adalah pidana dengan kurungan penjara selama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

“Tersangka RY dikenakan Pasal 346 KUHP, yang dengan sengaja menggugurkan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk melakukan itu, di ancam pidana empat tahun,” kata Syaifuddin.