22 Februari 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Eko Susilo

Kegembiraan dan penderitaan Eko, pengemudi Ojol di Bekasi mengantarkan makanan dengan sepeda

Cnndaily.net,bandung – Sudah dua bulan sejak lebaran, Eko Susilo (47) tidak bisa lagi menggunakan motornya untuk mencari penumpang taksi online. Sejak motornya mogok, Eko menaruh harapan pada sepeda gunung untuk mengirimkan pesanan makanan melalui aplikasi lubang (ojek online).

Eko mengalami pasang surut saat mengirimkan pesanan makanan sepeda. Salah satunya menerima pengaduan dari pelanggan karena pesanan datang terlalu lama.

“Pelanggan sudah mengeluh cukup lama (dia akan datang). ‘Ya, maaf, nyonya, sepeda rusak, dia berbicara terus terang,” kata Eko ketika dia bertemu di kediamannya, Jalan Bambu Kuning RT 03 RW 02, Kampung Sepatan Sepanjang Jaya, Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (9/10/2019).

Rata-rata konsumen Eko terkejut mengetahui bahwa ia memberikan makanan tanpa mengendarai sepeda motor. Eko juga harus memberikan penjelasan kepada konsumen.

baca juga :Bukalapak Akan Menjadi Tutuplapak Karena Bosnya Main Politik

Eko masuk angin ketika dia mengantarkan makanan untuk pertama kalinya dengan sepeda. Perjalanan yang ia tempuh terasa lebih lama dan melelahkan.

Baca Juga :  Antar Orang Tua Pergi Umroh, Saat Pulang Satu Keluarga Tewas Kecelakaan di Tol Cipali

“Ketika saya terkejut (saya mengendarai sepeda), saya pulang ke rumah, saya khawatir, saya masuk angin, dan semuanya berjalan dengan baik. Setelah sepeda, saya hanya berjalan selama seminggu setelah tubuh rusak,” kata Eko.

Karena itu, Eko menerima pesanan tidak jauh dari rumahnya. Eko juga meminta izin kepada klien bahwa ia mengendarai sepeda membutuhkan waktu lama.

“Biarkan saya memberi tahu Anda: ‘Nyonya, saya minta maaf, ini sudah lama. Kami menunggu, kami katakan kami menggunakan sepeda, apakah kami mau?’ “Ya, Tuan,” kata Eko.

Debu, matahari yang terik, dan kemacetan di kota Bekasi adalah hal biasa bagi Eko. Eko biasanya bergaul di hotel di Jalan Cut Meutia, Sepanjang Jaya, Kota Bekasi.

baca juga :Pemko Medan Atasi Menjamurnya Permainan Online Melalui Festival Layang-Layang

Dia meninggalkan rumah dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan melanjutkan dari pukul 18.00 hingga 04.00 WIB setiap hari. Rata-rata, melayani 13 pesanan per hari.

Saat bepergian, Eko selalu membawa ransel yang berisi jas hujan. Tak lupa ia juga membawa obat-obatan untuk menghindari masuk angin.

Baca Juga :  Ingin Diet Lebih Sukses? Ganti teh atau kopi dengan Teh Hijau

“Persiapan membawa powerbank dan hanya minyak terkadang menyebabkan pijatan kaki mengelupas,” lanjutnya.

Eko terus melakukan pekerjaan itu dengan hati yang bahagia. Bagi Eko, tidak ada pekerjaan yang tidak lelah.

“Jika kamu mengerjakan sesuatu, aku lelah, Mas. Aku tidak aneh tinggal di jalanan,” kata Eko.

Eko tidak tahu kapan dia bisa naik ojek. Ketika sepeda motor rusak, Eko tidak berusaha meminjam sepeda motor orang lain.

Namun Eko bersyukur bahwa ternyata ada teman-teman yang berbaik hati untuk mengumpulkan dana sehingga Eko bisa melepas taksi dari motornya.

“Teman-teman bertemu. Kemarin dia di jejaring sosial, 8 juta rupiah sudah dibesarkan. Anak-anak berpisah, koordinator menyebar di jejaring sosial,” pungkasnya.