27 September 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Kebakaran Gudang Penyimpanan Bantuan di Libanon dan Ledakan Besar di Gudang Amunisi Yordania

CNNdaily – Jakarta, Komite Palang merah Internasional (ICRC) mengatakan pusat kebakaran di lokasi ledakan Beirut, Libanon berasal dari gudang tempat penyimpanan bantuan makanan dan kebutuhan pokok. Insiden ini berisiko menganggu operasi kemanusiaan bagi korban.

“Gudang yang terbakar merupakan tempat ICRC menyimpan ribuan paket makanan dan 0,5 juta liter minyak,” kata direktur regonal ICRC Fabrizio Carboni dalam cuitannya.

“Tingkat kerusakan masih harus ditelusuri. Operasi kemanusiaan kami berisiko terganggu serius.”

Mengutip AFP, Palang Merah Libanon mengatakan satu orang dirawat karena mengalami sesak napas setelah menghirup asap.

Seorang pejabat pertahanan sipil mengatakan bahwa sebagian besar api yang melalap bangunan berhasil dipadamkan pada Kamis (10/9) sore.

Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab terjadinya kobaran api di lokasi  ledakan di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus lalu.

Presiden Libanon Michel Aoun mengatakan kebakaran bisa jadi sebagai tindakan sabotase yang disengaja, kesalahan teknis, ketidaktahuan, atau kelalaian.

“Dalam banyak kasus, penyebabnya perlu diketahui secepatnya, dan yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban,” kata Aoun.

Baca Juga :  Empat Warga Tewas Usai Kerusuhan di Jayapura

Kepala pelabuhan sementara Bassem al-Kaissi mengatakan bahwa api menjalari dari wadah penyimpanan minyak sebelum menjalar membakar ban. Sejauh ini ia mengatakan belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran gudang tempat  penyimpanan bantuan.

Kebakaran yang terjadi di dekat pelabuhan Beirut pada Kamis hanya berselang sebulan setelah warga berupaya bangkit akibat ledakan besar yang menewaskan lebih dari 190 orang.

Dalam video yang dibagikan oleh pengguna media sosial nampak api hitam pekat membumbung tinggi dari lokasi dekat ledakan di pelabuhan Beirut.

Ledakan itu semakin mengikis kepercayaan publik pada pejabat negara di tengah kerasnya protes atas korupsi. Mereka mendesak pemerintah Libanon dan Presiden Michel Aoun untuk mundur.

Ledakan di Yordania

Ledakan besar mengguncang gudang amunisimilik militer Yordania pada Jumat (11/9) dini hari waktu setempat. Sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban luka dan meninggal dari insiden tersebut.

“Sebuah ledakan terjadi pada Jumat dini hari di sebuah gudang berisi bom morit yang tidak dapat digunakan milik angkatan bersenjata,” kata juru bicara pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga :  Imam Nahrawi Urusan mundur dari Dewan Menteri

Dilaporkan AFP, ledakan terjadi di kota Zarqa sekitar 25 kilometer timur ibu kota Amman. Beberapa gudang dan depot amunisi berada di lokasi tersebut.

Foto-foto yang dibagikan di media sosial menunjukkan bola api besar yang membumbung ke langit, diikuti suara beberapa ledakan.

tempat penyimpanan

Juru bicara pemerintah, Amjad Al-Adaileh mengatakan sejauh ini tidak ada laporan korban luka dalam kejadian tersebut.

Penyelidikan awal dari rekaman kamera pengawas menemukan ledakan disebabkan oleh korsleting listri di gudang yang berada di lokasi terisolir dan tidak berpenghuni.

Pihak tentara membenarkan adanya ledakan di salah satu gudang amunisi yang berada di dekat kota Zarqa.

Dalam beberapa tahun terakhir terjadi sejumlah ledakan di gudang amunisi di Zarqa. Salah satu penyebabnya karena amunisi tua yang tersimpan di dalam gudang.