20 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Kata Kapolda soal Penikam Pekerja Bangunan di Wamena Hingga Tewas

Kata Kapolda soal Penikam Pekerja Bangunan di Wamena Hingga Tewas

Cnndaily.net , Jakarta – Seorang pekerja bangunan di Wamena, Papua, ditikam sampai tewas. Kapolda Papua Inspektur Paul Waterpau menduga pelaku adalah orang-orang muda yang tidak memiliki pekerjaan yang jelas.

“Itu anak orang bebas yang tinggal seperti kursus buruk, tidak mau bekerja, hanya ingin mengganggu orang lain. Bagaimana hasil yang diapat dari banyak cara yang tidak benar,” kata Inspektur Paul di Timika, Papua, seperti dilansir Antara , Minggu (2019/10/13).

Inspektur Paul mengatakan Woma dan daerah sekitarnya cukup rentan. Lokasi ini sebelumnya penuh dengan ruko dan pusat bisnis ekonomi lainnya. Tapi sekarang hanya puing-puing yang tersisa karena dibakar oleh massa saat kerusuhan melanda Wamena, Senin (23/9). Dia menegaskan bahwa kasus penusukan akan diselidiki.

Baca juga : Istri Mantan Dandim Kendari Tak Kuasa Menahan Tangis Melihat Suaminya Dicopot Jabatannya Ditahan

“Ini adalah tujuan kami untuk mengungkapkan pelakunya. Hari ini juga saya akan berangkat ke Wamena. Pak Pangdam XVII Cenderawasih (Mayor Jenderal Herman Asaribab) telah tiba di Wamena pagi ini. Saya juga mengirim Direskrim Umum Polda Papua dengan penyidik ​​untuk membantu penuntutan itu, “kata Inspektur Paul.

Baca Juga :  Malang Kembali Berduka, Bocah 3 Tahun Tewas Setelah Di Bakar Dan Ditenggelamkan Kedalam Bak Mandi

pekerja konstruksi yang menjadi korban penusukan bernama Deri Datu Padang (30), warga Toraja, Sulawesi Selatan. penusukan terjadi pada Sabtu (12/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, penusukan almarhum Deri Datu Padang terjadi saat korban melewati dekat Jembatan Woma, kota Wamena, Jayawijaya, Sabtu (12/10). Awalnya, korban bersama lima rekan lainnya naik menggunakan empat sepeda motor ketika kembali dari lokasi kerja mereka di depan Gereja Katolik Paroki Woma menuju kota Wamena.

Baca juga : Bullying jadi pintu masuk depresi dan ide bunuh diri pada remaja

Ketika mereka sampai ke Jembatan Woma, korban yang tepat adalah di depan konvoi, tiba-tiba ditikam oleh penyerang tak dikenal, sebesar dua orang. Pelaku ditandai dengan fitur pria dewasa mengenakan merah dan yang lain masih remaja. Kedua melarikan diri ke kuburan tua.

Setelah ditikam, korban jatuh pada sepeda motor, kemudian mencoba untuk mendapatkan kembali pada sepeda motor dengan kondisi pisau masih tertahan di perut.

Dia melaporkan pada polisi paramiliter, dekat Pasar Woma, kemudian dilarikan ke rumah sakit di Wamena. Sesampainya di rumah sakit, kondisi korban lebih kritis karena pendarahan hebat. Korban harus menjalani perawatan medis, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Baca Juga :  LRT Jakarta Beroperasi Secara Komersil Mulai 1 Desember 2019