25 Februari 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

KPAI

Kalah Malu, KPAI Cabut Surat Yang Meminta PB Djarum Untuk Menghentikan Audisi

Cnndaily.net – Jakarta, Mediasi antara KPAI dan PB Djarum mengenai kontroversi penghentian audisi umum untuk mencari bibit bulu tangkis yang lebih tinggi membuahkan hasil. KPAI mencabut surat yang meminta PB Djarum untuk menghentikan audisi. Bagaimana surat yang menyebabkan kontroversi itu?

“KPAI sepakat untuk mencabut surat KPAI 29 Juli 2019 atas permintaan untuk mengakhiri pemberhentian audisi Djarum,” dalam pernyataan bersama dan ditandatangani, Kamis (9/12/2019).

Pihak-pihak yang menandatangani surat perjanjian bersama termasuk KPAI, PB Djarum, PBSI dan juga sepakati oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Surat ini dibacakan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pada konferensi pers bersama.

Baca Juga : Indonesia Berduka, Presiden Ketiga RI BJ Habibie Telah Berpulang

Sementara, di sisi lain, PB Djarum setuju untuk melakukan perubahan nama. Tidak ada lagi nama Djarum dalam audisi ini.

“The Djarum Foundation, yang PB Djarum setuju untuk mengubah nama yang awalnya adalah Audisi Umum PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Badminton, tana menggunakan logo, merek, dan citra merek Djarum,” kata Imam .

Baca Juga :  Pekerjaan Cium Ketek dan Kaki Gaji 2,3 Milyar per Bulan, Minat?

Adapun adanya surat yang meminta diakhirinya audisi ke PB Djarum, hingga saat ini tidak pernah secara eksplisit diakui oleh KPAI. Ketika isi surat itu ditanyakan kepada Presiden KPAI Susanto, dia mengatakan ada kesepakatan bersama.

“Komitmen bersama yang dipertanyakan adalah bahwa sidang berlanjut tetapi sesuai dengan peraturan yang ada. Itu tidak menghentikannya,” kata Susanto ketika ditanya tentang surat ini.

Baca Juga : Lima Alasan Ilmiah Kenapa Pria Tertarik dengan Payudara Wanita

Berikut isi surat itu, yang ditandatangani langsung oleh presiden KPAI, Susanto:

Dalam rangka melaksanakan tugas pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan hak anak, khususnya terhadap perlindungan anak sepenuhnya dari bahaya rokok dan eksploitasi, KPAI meminta kepada Pimpinan Djarum Foundation untuk menghentikan kegiatan audisi Badminton Djarum Foundation yang akan dilaksanakan di beberapa kota pada bulan Juli-November 2019 guna melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi industri rokok.

Selain dikirim kepada PB Djarum, surat ini juga ditujukan ke tujuh pihak:

  1. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI
  2. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindngan Anak
  3. Menteri Pemuda dan Olahraga RI
  4. Menteri Kesehatan RI
  5. Kepala BPOM RI
  6. Ketua KONI
  7. Ketua Umum PBSI
Baca Juga :  Kabupaten Bandung punya destinasi Digital Pasar Puri Bambu