26 September 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Kelompok Teroris ISIS Menyerang Penjara di Jalalabad Afganistan, Menewaskan Tiga Orang

CNNdaily – Jakarta, Sebuah serangan yang diklaim oleh ISIS terjadi di kompleks penjara di kota Jalalabad, Afganistan. Pejabat setempat menyatakan peristiwa ini menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai puluhan lainnya, serta memicu pertempuran sengit sehingga sejumlah tahanan melarikan diri, Minggu (2/8).

Seperti dilansir Associated Press, Senin (3/8), kelompok ISIS Khurasan menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu. Sebanyak 25 orang terluka dalam kejadian tersebut.

Menurut juru bicara provinsi Nangarhar, Attaulah Khogyani, serangan itu dilakukan dalam beberapa tahap melibatkan bom mobil dan penyerbuan kelompok bersenjata. Kelompok itu memang berpusat di Nangarhar.

Bom Mobil dan tahanan kabur

Anggota dewan provinsi, Sohrab Qaderi, mengatakan ledakan bom mobil besar diikuti oleh setidaknya dua ledakan kecil di luar penjara yang dikelola pemerintah. Polisi kemudian melawan para penyerang yang telah berada di dekat lokasi tersebut.

Qaderi menyatakan lebih dari 50 tahanan telah melarikan diri. Dia menduga kemungkinan besar akan ada penambahan jumlah korban jiwa dari peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Tewas saat Main Skuter, Keluarga Korban Minta Penabrak Dihukum Berat

Kantor berita ISIS Amaq mengutip sebuah sumber militer yang mengatakan para milisinya telah melakukan serangan tersebut. Namun,  tidak memberikan rincian lebih lanjut dan tidak ada konfirmasi independen bahwa kelompok militan itu bertanggung jawab. Sedangkan Juru Bicara Taliban menyatakan kelompok mereka tidak bertanggung jawab atas serangan itu.

Serangan itu terjadi pada hari ketiga dan terakhir dari gencatan senjata antara pemerintah Afghanistan dan Taliban. Ratusan tahanan Taliban dibebaskan dalam upaya untuk membuat langkah terakhir bagi pembicaraan damai intra-Afghanistan.

Jalalabad Afganistan

 

Presiden Ashraf Ghani dan Taliban telah mengindikasikan bahwa perundingan yang telah lama tertunda dapat dimulai segera setelah festival Idul Adha, yang berlangsung di Kabul pada Kamis (7/8). Taliban mengatakan telah membebaskan 1.000 tahanan Afghanistan yang telah dijanjikan dari hasil perundingan bersama Amerika Serikat.

Badan Intelijen ISIS tewas

Insiden itu terjadi sehari setelah pasukan khusus Afghanistan berhasil menewaskan seorang kepala badan intelijen ISIS Khurasan, Assadullah Orakzai.

Orakzai diduga kuat menjadi dalang serangan mematikan terhadap tentara dan penduduk sipil Afghanistan.

Baca Juga :  Erick Thohir mencopot direktur utama PT Perusahaan Gas Negara (Persero)

Kelompok Taliban menyatakan mereka tidak terlibat dalam insiden tersebut.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperkirakan ada sekitar 2.200 anggota ISIS Khurasan di Afghanistan. Meski mereka bersembunyi dan para pemimpinnya ditangkap atau tewas, tetapi masih mampu menggelar serangan mematikan.

PBB mencatat kelompok ISIS Khurasan sudah melakukan 17 kali serangan yang menyebabkan korban warga sipil selama semester pertama 2020.