22 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

pawai bebas plastik

pawai bebas plastik

Indonesia Didaulat Sebagai Negara Kedua Penyumbang Sampah Plastik Terbanyak, Ini Pesan Menteri Susi

cnndaily.net, Jakarta – Untuk saat ini Indonesia kondisi sampahnya sudah sangat mencekam. Dari 60 juta ton sampah yang dihasilkan, 15persen merupakan sampah plastik.

Kabarnya sampah plastik ini bukan hanya ada di pembuangan akhir melainkan mengalir ke sungai dan laut di Indonesia, dan untuk saat ini Indonesia sudah dinobatkan sebagai negara penyumbang sampah terbanyak nomor dua dunia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berikan dukungan untuk melawan pemakaian plastik sekali pakai di Indonesia. Hal ini melibatkan kampanye pawai monster plastik yang dilaksanakan oleh Pandu Laut Nusantara bersama 47 organisasi dan komunitas sipil lainnya di kawasan car free day.

Baca Juga : Kisah Seorang Ibu yang Menjadi Pengemudi Angkot Membawa Bayi Tiga Bulan, Memanggil Anaknya ‘Besar di Jalan’

Di dalam acara pawai ini diikuti sebanyak 1500 orang yang serius mengatasi masalah sampah plastik di Indonesia. Dalam pawai tersebut terdapat sosok monster berupa tumpukan sampah plastik yang siap menghancurkan bumi ini.

Monster tersebut berupa makhluk laut yang tingginya 4 meter dan terbentuk dari 500kg sampah yang bergerak dari laut Jakarta menuju ibukota bundaran HI.

Baca Juga :  Perang Berlanjut , Armenia-Azerbaijan Tolak Pembicaraan Damai

Mendengar kabarnya, Jakarta menghasilkan 2.520 sampah plastik sampai dapat menghasilkan monster plastik seperti ini yang diperbuat oleh masyarakat.

Sampah plastik yang mengalir ke laut Indonesia itu turut di konsumsi oleh ikan di laut Indonesia dapat membahayakan masyarakat yang mengkonsumsi ikan di laut, ikan merupakan sumber protein yang paling mudah didapat.

“Nanti kita makan ikan yang isinya plastik. Nanti juga nelayan lebih banyak nangkap plastik daripada ikan,” ucapnya.

Ibu Susi memberitahu ke masyarakat untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai untuk keperluan sehari-hari.

“Mari kita mulai dari diri kita. Kurangi penggunaan plastik sekali pakai. Janji tidak mau lagi pake kresek, sedotan plastik, botol plastik sekali pakai, dan kemasan sachet,” ujarnya.

Menteri Susi memberi saran untuk tidak memakai produk sampah plastik sekali pakai, tetapi ibu Susi menyarankan untuk memakai produk yang lebih ramah lingkungan seperti tas kain dan botol.

Baca Juga : Polisi Dalami Penyebab Ricuh Suporter Usai Laga Indonesia vs Malaysia Hingga Melakukan Tembakan Gas Air Mata di GBK

Baca Juga :  Mendagri Tito Tegur Pasha Soal Gaya Pirang: Pejabat Harus Jadi Contoh

“Minum juga tidak usah pakai sedotan kayak baby kan malu. Kecuali sedotannya bawa sendiri yang dari logam, bambu, atau kertas,” ucapnya.

Selain itu, Menteri Susi juga membangun semangat institusi pemerintah untuk mengeluarkan peraturan yang melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai.