16 Mei 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Indonesia-Korea Selatan Resmi Jalin Perdagangan Bebas, “IK-CEPA”

CNNdaily РJakarta, Perjanjian Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) antara Indonesia dan Korea Selatan resmi ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi (MOTIE) Korea Selatan Sung Yun-mo.

Agus menyatakan penandatanganan IK-CEPA merupakan komitmen Indonesia dan Korea Selatan untuk mempererat hubungan ekonomi di tengah gejolak perekonomian dan pandemi covid-19. Ia berharap, IK-CEPA dapat membantu pemulihan ekonomi Indonesia lebih cepat.

“Saya percaya IK-CEPA akan membawa ekonomi Indonesia menjadi lebih kuat, berdaya saing, terbuka. Dan semakin menarik bagi investor Korea Selatan dengan menjadikan Indonesia sebagai production hub untuk memasuki pasar kawasan dan dunia,” ungkap Agus dalam acara penandatanganan IK-CEPA, Jumat (18/12).

Ia bilang perjanjian IK-CEPA mencakup perdagangan barang yang meliputi elemen penurunan atau penghapusan tarif. Ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan, fasilitas perdagangan, perdagangan jasa, investasi jasa, kerja sama ekonomi, serta pengaturan kelembagaan.

“Pada perdagangan barang, Korea Selatan akan mengeliminasi hingga 95,54 persen pos tarifnya, sementara Indonesia mengeliminasi 92,06 persen pos tarifnya,” kata Agus.

Baca Juga :  Kesal Terhadap Pelanggan, Driver Ojol " Gak pernah nonton film azab ya?"

Ia merinci beberapa produk Indonesia yang tarifnya dieliminasi oleh Korea Selatan adalah bahan baku minyak pelumas. Stearic acid, pakaian, blackboard, buah-buahan kering, dan rumput laut. Lalu, Indonesia akan mengeliminasi tarif untuk beberapa produk Korea Selatan, seperti gear box of vehicle, ball bearings, paving, hearth, unglazed.

IK-CEPA

Preferensi tarif

Selanjutnya, Agus menyatakan Indonesia juga akan memberikan preferensi tarif untuk memberikan fasilitas investasi kepada Korea Selatan di Indonesia untuk 0,96 persen pos tarif sebesar US$254,69 juta. Angka itu setara dengan 2,96 persen dari total impor Indonesia dari Korea Selatan.

“Jika dilihat dari nilai impor, Korea Selatan akan mengeliminasi tarif untuk 97,3 persen impornya dari Indonesia. Lalu Indonesia akan mengeliminasi tarif untuk 94 persen impornya dari Korea Selatan,” jelas Agus.

Dari sisi perdagangan jasa. Ia menyatakan Indonesia dan Korea Selatan berkomitmen untuk membuka lebih dari 100 subsektor. Meningkatkan integrasi beberapa sektor jasa di masa depan, serta memberikan fasilitas pergerakan intra-corporate transferees (ICTs).

“Cakupan perjanjian IK-CEPA yang cukup luas menunjukkan bahwa kedua negara memiliki tekad bersama untuk mengangkat hubungan ekonomi ini ke tingkat yang lebih tinggi,” terang Agus.

Baca Juga :  Hari ini Harga Emas Antam Kembali Tembus Rekor Lagi (9 Maret 2020)

Sebagai informasi, perundingan perjanjian IK-CEPA telah dimulai sejak 2012 lalu. Perundingan sebelumnya sempat terhenti karena ada perubahan struktur di pemerintahan.