25 November 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

bbet

Dirut BEI Meminta Investor Tidak Panik dengan Trading Halt karena Bukan Protokol Krisis

CNNdaily-Jakarta, Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djayadi menyebutkan bahwa langkah-langkah perusahaan menerapkan kebijakan trading halt  bukan bentuk prokol krisis.  

Trading Halt  bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi investor untuk berfikir lebih rasional, di tengah-tengah pasar saham Indonesia tergerus sampai 5 persen pada Jumat (13/03/2020).

“Kita bukan ngomongin protokol krisis tapi ada hitungannya secara global. Kita ingin investor rasional jangan ikutan panik, kalau semua panik repot,” tegas Dirut BEI di Kantornya, Jakarta, Jumat (13/3/2002).

Menurut dia, kebijakan ini lebih tepat disebut auto reject, di mana telah memparhatikan grafik angka penurunan dari nilai saham melalui proses evaluasi dalam jangka waktu telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur di pasar saham.

Dirut BEI Inarno mengaku sebelum menerapkan kebijakan penghentian perdagangan, BEI melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan OJK yang sebagai regulator yang terlibat dalam pengawasan semua kegiatan pasar saham di tanah air.

“Pemberlakuannya juga tidak menggangu saat perdagangan berlangsung. Itu kita lakukan di waktu-waktu yang tepat menghentikannya,” imbuh Inarno.

Baca Juga :  Harga Masker melonjak Hingga Rp.1,5juta, setelah Pernyataan Presiden Tentang virus Corona

Penangguhan perdagangan ini termasuk kebijakan bersifat situasional, yang terpaksa untuk mengantisipasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak retkoreksi dan terpuruk semakin dalam. “Jika situasi (pasar saham) sudah normal, kita balikin lagi,”  kata Inarno.

Jokowi

Sementara itu, karena sudah ada 117 negara yang terkena virus corona (COFID-19), juga menyebabkan beberapa negara mengunci dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia anjlok. Presiden Jokowi menyatakan, bahwa  tidak hanya Indonesia, tetapi pasar keuangan global telah mengalami goncangan.

“Sekarang ini pasar keuangan di seluruh dunia mengalami kegoncangan, kepanikan,” kata Jokowi di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang-Banten, Jumat (13/3).

Dia menjelaskan bahwa pemerintah tidak melawan kepanikan tersebut. Tapi pemerintah dan otoritas keuangan pemerintah akan terus memantau dan membuat kebijakan yang cepat.

“OJK telah memberikan relaksasi dan kelonggaran, policynya cepat, BI juga memberikan relaksasi dan kelongggaran, pemerintah memberikan relaksasi dan kelonggaran pajak dan memberikan insentif-insentif,” kata Jokowi.

Sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi  satu perdagangan, jatuh 245,77 poin, atau 5,02 persen, ke 4.649,96. Penurunan tersebut membuat berhenti perdagangan atau menangguhkan perdagangan.

Baca Juga :  Terungkap, Ini Asal Usul Presiden Joko Widodo Disapa Jokowi

Dari 428 saham yang diperdagangkan, 33 naik, 333 melemah dan 62 stagnan. Frekuensi perdagangan tercatat 114.475 kali nilai transaksi Rp2,29 triliun dan 2,95 miliar saham.

BEI