17 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Eks Dandim Kendari Ikhlas dan Terima Putusan Setelah Resmi Dicopot

Jakarta, CNNDaily.net – Mantan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi rela menerima keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Andika Perkasa yang memberhentikan dirinya dari jabatan Dandim 1417 Kendari.

“Saya seorang tentara yang setia dan menghormati keputusan kepemimpinan. Saya dan keluarga saya tulus menerima keputusan komandan,” kata Hendi Suhendi didampingi istrinya di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2019), seperti dilansir Antara.

Hendi Suhendi yang pernah bertugas sebagai atase darat pada KBRI di Moskow, Rusia siap untuk menjalankan keputusan lembaga. “Sekali lagi saya ingin mengatakan bahwa prajurit yang setia dan ksatria yang dididik bertanggung jawab dan mematuhi perintah komando,” katanya.

Baca juga: Viral Kalimantan di Hebohkan Penampakan Setan Kuyang Yang Diserang dengan Sapu Lidi

Upacara serah terima Komandan Distrik Militer 1417 Kendari diadakan di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo dihadiri jajaran se-Sultra Kodim, perwira Korem 143 Haluoleo, jajaran Danramil, Komandan Batalyon 725 Woroagi, anggota dan pejabat Persit.

Jabatan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara diserahterimakan dari Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi kepada Infantri Kolonel Alamsyah di Balai Sudirman Korem 143 Haluoleo.

Baca Juga :  Dump Truck Lagi-lagi Jadi Penyebab Tabrakan Beruntun

Pergantian puncuk komando Distrik Militer 1417 Kendari tersebut, menyusul hukuman Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Andika Perkasa memberhentikan Suhendi Hendi.

Kolonel Hendi Suhendi diberhentikan karena postingan istrinya terkait insiden penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Pandeglang, Banten.

Hendi Suhendi yang baru menjabat sekitar tiga bulan menggantikan Letkol Fajar Lutvi Haris Wijaya diberhentikan dari jabatan karena melanggar Undang-Undang Nomor 25 tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Selain hukuman pemberhentian disiplin dari jabatan Kodim 1417 Kendari juga Hendi Suhendi diganjar sanksi militer bentuk ringan penahanan selama 14 hari.

Baca juga: Cara Ajaib Bikin Bayi Jenius Sejak Dalam Kandungan

Menurut Sisriadi, hukuman disiplin militer jadi dasar bagi TNI memberikan sanksi terhadap tiga prajurit atas ulah istrinya. Selain Kolonel Hendi, dua prajurit lain yang dihukum adalah anggota Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung, Sersan Dua Z, dan anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya, Peltu YNS.

Istri Kolonel Hendi Suhendi berinisial IPDN melakukan hal-hal melalui media sosial konsekuensial umum diadili atas tuduhan melanggar Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca Juga :  Temuan Infeksi Mucormycosis yang Mematikan akibat Covid-19